Sabtu, 01 Desember 2018

PENGARUH KEMAMPUAN, KOMPENSASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. LAUTAN REZEKI DI PEKANBARU


PENGARUH KEMAMPUAN, KOMPENSASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. LAUTAN REZEKI DI PEKANBARU

Oleh :
Ade Mazmur Purba
Pembimbing : Jumiati Sasmita dan Ahmad Rifqi

Faculty of Economics and Bussines Riau University, Pekanbaru, Indonesia                                   
    Email : ademazmur25@gmail.com

The Effect of Ability, Compensation, and Discipline on Employee Performance CV. Lautan Rezeki in Pekanbaru

ABSTRACT

This research was conducted at CV. Lautan Rezeki in Pekanbaru. This study aims to determine the effect of ability, compensation and discipline both simultaneously and partially on employee performance on CV. Lautan Rezeki in Pekanbaru.The method used in this study is a sampling census method with a sample of 55 people, in this study to test the research hypothesis by using multiple linear regression techniques, with the help of SPSS program version 22.The results of this study can be seen that the ability to partially significant effect on employee performance is shown t value = 3.083. Partially compensation has no significant effect on employee performance is shown t value 1,616. Discipline partially no significant effect on employee performance is shown t value -0,523. Simultaneously that ability, compensation and discipline have a significant effect on employee performance at CV. Lautan Rezeki in Pekanbaru is shown f count 14,406. R Square equal to 0,459 (45,9%) while the rest (100% - 45,9% influenced by other variable.

Keywords: Ability, Compensation, Discipline, Employee Performance.


PENDAHULUAN

Sumber daya manusia merupakan asset yang paling penting bagi suatu perusahaan, terutama sebagai penggerak bagi setiap kegiatan di dalam perusahaan. Suatu perusahaan dalam melakukan aktivitasnya dalam mencapai tujuan yang diinginkan memerlukan manajemen yang sanggup mengelola sumber daya manusia dengan baik. Karena sumber daya manusia merupakan modal utama untuk merencanakan,  mengorganisir,  mengarahkan serta menggerakkan faktor-faktor yang ada di dalam perusahaan tersebut. Sumber daya manusia perlu dikembangkan secara terus menerus agar diperoleh sumber daya manusia yang bermutu dalam arti sebenarnya, yaitu pekerjaan yang dilaksanakan akan menghasilkan sesuatu yang dikehendaki perusahaan. Sehingga perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya sesuai tuntutan zaman.
Didalam mencapai tujuan perusahaan secara efektif  dan efisien tidaklah mudah, untuk itu dalam perusahaan, baik perusahaan pemerintahan maupun perusahaan swasta selalu berusaha untuk meningkatkan sumber daya manusia.  Manusia tidak lagi dianggap sebagai faktor produksi tetapi lebih dianggap sebagai asset perusahaan yang penting. Keefektifan dan keunggulan perusahaan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Dalam kelangsungan aktivitas perusahaan, perusahaan tersebut harus dapat memanfaatkan kemampuan sumber daya manusia secara optimal. keberadaan  sumber daya manusia saat ini tidak menjamin kemampuan sumber daya manusia tersebut tinggi. Oleh karena itu perusahaan diharuskan jeli untuk  melihat kemampuan  sumber daya manusia yang dimiliki.
Setiap perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawan, dengan harapan tujuan perusahaan akan tercapai.  Kinerja karyawan yang tinggi sangat diharapkan oleh perusahaan. Semakin banyak karyawan yang mempunyai kinerja tinggi, maka kinerja perusahaan secara keseluruhan akan meningkat, sehingga perusahaan akan dapat bertahan dalam persaingan global. Karyawan dituntut untuk mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab secara efektif dan efisien.
Kinerja karyawan dapat diukur melalui kepuasan konsumen, disiplin karyawan, lama karyawan bertahan kerja, berkurangnya jumlah keluhan, tercapainya target dan efisiensi anggaran. Beberapa faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja  karyawan diantaranya adalah meningkatkan kemampuan kerja, memberikan kompensasi yang layak, meningkatkan displin kerja, pelatihan tenaga kerja dan lain – lain.
CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi mebel. Seperti halnya dengan perusahaan lain, demi meningkatkan kinerja karyawan perusahaan selalu berupaya meningkatkan kemampuan karyawan, berusaha memberikan kompensasi yang layak serta menanamkan displin kerja yang tinggi. Sebagai perusahaan yang sedang berkembang, karyawan CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru dituntut untuk dapat bekerja dengan kinerjayang tinggi, mengutamakan kepentingan perusahaan dan sadar akan tanggung jawabnya serta melaksanakan tugas yang diperankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

TINJAUAN PUSTAKA

Kinerja
Menurut Rivai (2009 : 125) Kinerja merupakan suatu hasil kerja yang dicapai seseorang yang melaksanakan tugas- tugas yang dibebankan kepadanya berdasarkan kecakapan, kesanggupan pengalaman dan waktu.
Menurut Mangkunegara (2011:67) kinerja adalah hasil kerja secara kuantitas dan kualitas yang telah dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Menurut Simamora (dalam Mangkunegara 2007 : 67) indikator kinerja adalah sebagai berikut :
1.        Kualitas
2.        Kuantitas
3.        Pelaksanaan Tugas
4.        Tanggung jawab
Kemampuan
Soelaiman (2007:112),   mengatakan kemampuan adalah sifat yang dibawa lahir atau dipelajari yang memungkinkan seseorang yang dapat menyelesaikan pekerjaannya, baik secara mental ataupun fisik. Karyawan dalam suatu organisasi, meskipun dimotivasi dengan baik, tetapi tidak semua memiliki kemampuan untuk bekerja dengan baik. Kemampuan dan keterampilan memainkan peranan utama dalam perilaku dan kinerja individu.
Kemampuan menurut Robbins dan Judge (2008:57), kemampuan (ability) adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan.
Menurut Robbin (2007:57) di dalam mengukur kemampuan kerja, menggunakan indikator sebagai berikut:
a.    Kemampuan teknis
1.    Pelaksanaan tugas sesuai dengan aturan dan target waktu yang telahditetapkan.
2.    Tingkat pelaksanaan pekerjaan menggunakan peralatan sesuai dengan bidang tugasnya.
3.    Tingkat penyelesaian terhadap masalah.
4.    Tingkat pendidikan dan jenis pendidikan.
b.    Kemampuan bersifat manusiawi
1.    Tingkat kerja sama dengan c orang lain.
2.    Tingkat membangun suasana kerja yang kondusif.
3.    Tingkat pelaksanaan kerja dengan inisiatif.
c.    Kemampuan konseptual
Tingkat kejelasan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan bidang tugasnya. Tingkat penggunaan skala prioritas dalam menyelesaikan pekerjaan.

Kompensasi
Menurut Hasibuan (2008:118) Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima Pegawai sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.
Sementara itu menurut Handoko (2008:37) Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh pegawai sebagai balas jasa untuk kerja mereka.
Hasibuan (2012:86) mengemukakan, secaraumumadabeberapaindikatorkompensasi, yaitu:
1.        Gaji
2.        Upah
3.        Insentif
4.        Asuransi
5.        Tunjangan

Disiplin
Hasibuan (2007:212) menyatakan bahwa disiplin adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma – norma sosial yang berlaku.
Menurut Pandji (2009:46). Displin adalah suatu sikap, perbuatan untuk selalu mentaati tata tertib.
Simamora(dalam Sari 2013:746) menyatakan bahwa indikator-indikator yang dapat mengukur disiplin kerja antara lain:
1.        Kepatuhan pada peraturan
2.        Efektif dalam bekerja
3.        Tindakan Korektif
4.        Kehadiran tepat waktu
5.        Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu

Kerangka Penelitian

Gambar 1
Kerangka Penelitian
Kompensasi
(X2)

Kemampuan
(X1)

Kinerja
(Y)

Disiplin
(X3)

 















Sumber:  Tika (2014), Mahmudi (2011), Anoki  (2010), Singodimenjo (2011)

Hipotesis
                                                                                               
H1:    Kemampuan, kompensasi, dan disiplin berpengaruh signifikan secara  simultan terhadap kinerja karyawan CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru.
H2:    Kemampuan berpengaruh signifikan secara  parsial terhadap kinerja karyawan CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru
H3:    Kompensasi berpengaruh signifikan secara  parsial terhadap kinerja karyawan CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru
H4:  Disiplin berpengaruh signifikan secara  parsial terhadap kinerja karyawan CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru

METODE PENELITIAN

Populasi dan Sampel
MenurutSugiyono (2010:115) Populasiadalahwilayahgeneralisasi yang terdiriatas: obyek/subyek yang mempunyaikualitasdankarakteristiktertentu yang ditetapkanolehpenelitiuntukdipelajaridankemudianditarikkesimpulannya. Populasijugabukansekedarjumlah yang adapadaobyek/subyek yang dipelajari, tetapimeliputiseluruhkarakteristik/sifat yang dimilikiolehsubyekatauobyekitu.Populasidalampenelitianiniadalahseluruhkaryawan yang ada di perusahaan CV. LautanRezekidi Pekanbaru yang berjumlah55karyawan.
SampelmenurutSugiyono (2010:116)  merupakanbagiandarijumlahdankarakteristik yang dimilikiolehpopulasitersebut. Dalampenelitianinitidakdigunakanteknik sampling karenasampel yang ditelitiadalahkeseluruhandaripopulasi yang adaataudisebutdengansensus.

Jenis dan Sumber Data
Data  Primer
Data primer, data yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama. Baik dari individu seperti hasil wawancara atau  hasil pengisian kuesioner. Data primer pada penelitian ini terdiri dari persepsi responden pada variabel kinerja, kemampuan, kompensasi dan disiplin.

Data  sekunder
Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari sumber-sumber lain yang telah diolah, seperti data absensi, struktur organisasi, jurnal-jurnal penelitian terdahulu yang relevan dan teori-teori terkait dengan kinerja, kemampuan, kompensasi dan disiplin.

Metode  Analisis  Data
MengenaimetodedanAnalisis data yang digunakan penulis adalah dengan mengunakan metode regresi linear berganda, yaitu suatu metode statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara tiga variabel bebas dan satu variabel terkait. Yang mana variabel bebas tersebut terdiri dari kemampuan, kompensasi dan disiplin sedangkan yang menjadi variabel terikat yaitukinerja. Pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat ditunjukkan dengan fungsi persamaanan analisisdeskriptif regresi  linier berganda.
Sesuai dengan jenis dan sifat penelitian ini, maka seluruh data yang akan dikumpulkan disusun sistematis dan deskriptif. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan presepsi sosial, Skor jawaban responden dalam penelitian      
Untuk membantu dalam pengolahan data tersebut digunakan program SPSS (Statistical Package For Social Science). Sedangkan alat uji yang digunakan untuk menguji persamaan regresi serta koefisien determinasi dan standar errornya dan untuk melihat pengaruh dari variabel-variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen) di dalam penulisan ini adalah :

Teknik Analisis Data

Regresi  Linear  Berganda
Analisisinidigunakanuntukmengetahuiseberapabesarpengaruhvariabelbebasyaitukemampuan (X1), dankompensasi (X2), disiplin (X3) terhadapvariabelterikatnyayaitukinerjakaryawan (Y).

Uji  Hipotesis

Uji  Secara  Parsial  (Uji  t)
Uji t digunakanuntukmengujisignifikansihubunganantaravariabel X dan Y, apakahvariabel X1, X2, X3 (kemampuan,kompensasi dan disiplin) benar-benarberpengaruhterhadapvariabel Y (Kinerja) secaraterpisahatauparsial. Hipotesis yang digunakanadalah:
Ho:Variabel-variabelbebas (kemampuan,kompensasi dan disiplin) tidakmempunyaipengaruh yang signifikanterhadapvariabelterikat (kinerja).
Ha:    Variabel-variabelbebas (kemampuan,kompensasi dan disiplin) mempunyaipengaruh yang signifikanterhadapvariabelterikat (kinerja).
Dasarpengambilankeputusanadalahdenganmenggunakanangkaprobabilitassignifikansi, yaitu:
a.    Apabilaangkaprobabilitassignifikansi> 0,05, maka Ho diterimadan Ha ditolak.
b.    Apabilaangkaprobabilitassignifikansi< 0,05, maka Ho ditolakdan Ha diterima.

Uji  Secara  Simultan  (Uji  F)
Dalampenelitianini, uji F digunakanuntukmengetahuitingkatsiginifikansipengaruhvariabel-variabelindependen (bebas)secarabersama-sama (simultan) terhadapvariabeldependen (terikat).Dalampenelitianini, hipotesis yang digunakanadalah:
Ho :   Variabel-variabelbebasyaitukemampuan,kompensasi dan disiplintidakmempunyaipengaruh yang signifikansecarabersama-samaterhadapvariabelterikatnyayaitukinerja karyawan.
Ha:    Variabel-variabelbebasyaitukemampuan,kompensasi dan disiplinmempunyaipengaruh yang signifikansecarabersama-samaterhadapvariabelterikatnyayaitukinerja.
Dasarpengambilankeputusannyaadalahdenganmenggunakanangkaprobabilitassignifikansi, yaitu:
a. Apabilaprobabilitassignifikansi> 0.05, maka Ho diterimadan Ha ditolak.
b. Apabilaprobabilitassignifikansi< 0.05, maka Ho ditolakdan Ha diterima

KoefisienKorelasi
Ujikorelasibertujuanuntukmelihatkeeratanhubunganantaraduavariabelataulebih.Hubunganantaravariabeldapatberbentuksearah (positif) atauterbalik (negatif).Nilaikoefisienkorelasiberkisarantara -1 sampai +1.Koefisienbernilaipositif (searah) dalam model regresibermaknasemakintingginilai X makasemakintingginilai Y. Koefisienkorelasinegatif (terbalik) dalam model regresibermaknasemakintingginilai X makasemakinrendahnilai Y.

Koefisien  Determinasi  (R2)
Koefisiendeterminan (R²) dimaksudkanuntukmengukurkemampuanseberapabesarpersentasevariasivariabelbebaspada model regresi linier bergandamenjelaskanvariasivariabelterikat (Priyanto, 2008:67) jika R² = 0 berartibahwavariabelindependentidakmemilikipengaruhsamasekaliterhadapvariabeldependen. Sebaliknyaapabila R² = 1 berartivariabeldependen 100% dipengaruhiolehvariabelindependen. Olehsebabitu, nilai R² berkisaratara 0 dan 1.Untukmengetahuibesarnyakoefisiendeterminasi (R²) masing-masingvariabelindependen (bebas)terhadapvariabeldependen (terikat)dapatdilihatdarihasilkuadratkosfisienkorelasiparsial.Untukmengujivariabelmana yang signifikandapatdilihatdarikoefisiendeterminasiparsial yang terbesardarikeduavariabelindependen.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pengujian Regresi Linier  Berganda
Untuk  melihat  pengaruh  keselamatan dan kesehatan kerja,  kepemimpinan  dan  komunikasi  terhadap  kepuasan  kerja,  maka  digunakan  analisis  regresi  linier  berganda.  Berdasarkan  hasil  pengolahan  data  dengan  bantuan  program  SPSS  dapat  dilihat  rangkuman  hasil  empiris  penelitian  sebagai  berikut  : 

Tabel 1
Hasil  Empiris  Penelitian
Variabel  Bebas
Koefisien  Regresi
Konstana
Kemampuan (X1)
0,411
1.606
Kompensasi (X2)
0,223
Disiplin  (X3)
-0,043
Sumber  :  Data  Olahan,2017

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + ε
Y = 1.606 + 0,411X1 + 0,223X2 – 0,043X3 + ε

Dari persamaan tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa :
a.         Konstanta sebesar 1,606  menyatakan bahwa jika ada kemampuan, kompensasi dan disiplin nilainya adalah 0, maka kinerja karyawan adalah 1,606.
b.        Koefisien regresi kemampuan (X1) sebesar 0,411 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh kemampuan sebesar 0,411 terhadap kinerja karyawan, artinya jika variabel kemampuan mengalami peningkatan 1%, maka kinerja karyawan (Y) akan mengalami peningkatan 0,411. Koefisien bernilai positif sehingga terjadi pengaruh positif antara kemampuan terhadap kinerja karyawan.
c.         Koefisien regresi kompensasi (X2) sebesar 0,223 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh kompensasi sebesar 0,223 terhadap kinerja karyawan, artinya jika variabel kompensasi mengalami peningkatan 1%, maka kinerja karyawan (Y) akan mengalami peningkatan 0,223. Koefisien bernilai positif sehingga terjadi pengaruh positif antara kompensasi terhadap kinerja karyawan.
d.        Koefisien regresi disiplin(X3) sebesar -0,043 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh disiplinadalah sebesar -0,043 terhadap kinerja karyawan, artinya jika variabel disiplinmengalami peningkatan 1%, maka kinerja karyawan (Y) akan mengalami penurunan sebesar-0,043. Koefisien bernilai negatif sehingga terjadi pengaruh negatif antara disiplinterhadap kinerja karyawan.

Uji  F  (Simultan)

Tabel 2
Hasil  Uji  Koefisien Regresi Secara Simultan (Uji F)
ANOVAa
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
7.830
3
2.610
14.406
.000b
Residual
9.239
51
.181


Total
17.069
54



a. Dependent Variable: Kinerja
b. Predictors: (Constant), Disiplin, Kompensasi, Kemampuan
Sumber  :  Data  Olahan,2017

Diketahui F hitung sebesar 14,406 dengan signifikansi 0,000. Di ketahui F tabel (pada tingkat signifikansi 5%) pada derajat bebas (df) = N - k - 1 = 55 - 3 – 1 = 51, dimana N = jumlah sampel, k = jumlah variabel independent. Nilai F tabel pada taraf kepercayaan signifikansi 0,05 adalah 2,780. Di ketahui F hitung (14,406) > F tabel (2,780) dan signifikansi (0,000) < 0,05. Dengan demikian maka model regresi dapat dipergunakan untuk memprediksi kinerja karyawan di CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru. Artinya faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan, seperti kemampuan (X1), kompensasi (X2), dan disiplin (X3) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru.

Uji Koefisien Korelasi dan Determinasi

Tabel 3
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.677a
.459
.427
.42563
a. Predictors: (Constant), Disiplin, Kompensasi, Kemampuan
b. Dependent Variable: Kinerja
Sumber  :  Data  Olahan,2017

Koefisien Korelasi
Tabel diatas menjelaskan R adalah koefisien korelasi berganda, yaitu korelasi antara dua atau lebih variabel independen terhadap dependen. Nilai R berkisar 0 sampai 1, jika mendekati 1 maka hubungan semakin erat tetapi jika mendekati 0 maka hubungan semakin lemah. Angka R pada hasil koefisien korelasi sebesar 0,677 artinya korelasi antara variabel kemampuan, kompensasi dan disiplin terhadap kinerja karyawan di CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru mempunyai hubungan yang erat.

Koefisien Determinasi
Analisis determinasi dalam regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh kemampuan, kompensasi dan disiplin terhadap kinerja karyawan di CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru di gunakan nilai R Square yang di kalikan dengan 100%. Pada penelitian ini nilai R Square dapat di lihat pada tabel berikut ini :
Nilai Koefisien determinan (R Square) sebesar 0,459 berada pada kategori kuat. Hal ini berarti bahwa pengaruh kemampuan (X1) , kompensasi (X2), dan disiplin (X3) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebesar 45,9% sedangkan sisanya sebesar (100% - 45,9% = 54,1%) di pengaruhi oleh variabel lain yang di luar dari variabel kemampuan, kompensasi dan disiplin terhadap kinerja ini.

Uji  Normalitas 
       Model  regresi  yang  baik  adalah  memiliki  distribusi  data  normal  atau  mendekati  normal.  Untuk  mendeteksi  normalitas  data,  dapat  dengan  melihat  probability  plot.  Jika  distribusi  data  adalah  normal,  maka  garis  yang  menggambarkan  data  sesungguhnya  akan  mengikuti  garis  diagonalnya.

Gambar 2
Normal  Probability  P – Plot
Sumber  :  Data  Olahan,2017
       Dari   gambar  diatas  terilihat  titik – titik  menyebar  disekitar  dan  mengikuti  garis  diagonal.  Ini  artinya  bahwa  data  berdistribusi  normal. 

PEMBAHASAN

Pengaruh Kemampuan, Kompensasi dan Disiplin Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan
Hal ini terlihat dari F hitung (14.406) > F tabel (2.780) dan signifikansi 0.000 < 0,05. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa (kemampuan, kompensasi dan disiplin) secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap (kinerja karyawan) pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru.

Pengaruh Kemampuan Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan
Hal ini terlihat dari t hitung (3.083)  >  t tabel (2.309) dan signifikansi 0.003< 0,05. Dengan demikian pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa kemampuan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan artinya bahwa variabel kemampuan secara signifikan mempengaruhi kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru

Pengaruh Kompensasi Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan
 Hal ini terlihat dari t hitung (1.616)  <  t tabel (2.309) dan signifikansi 0.112 > 0,05. Dengan demikian pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru.

Pengaruh Disiplin Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan
Hal ini terlihat dari t hitung (-0.523)  <  t tabel (-2.309) dan signifikansi 0.603> 0,05. Dengan demikian pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa disiplin tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru.

SIMPULAN DAN  SARAN

Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis pada uraian bab-bab sebelumnya mengenai pengaruh kemampuan, kompensasidan disiplin terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru, maka berikut ini penulis dapat mengambil kesimpulan yaitu :
1.        Kemampuan, kompensasi dan disiplin berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru. Karena karyawanbisa mengerjakan apa yang diperintahkan perusahaan serta karyawan bisa bekerja sesuai dengan prosedur yang berlaku.
2.        Kemampuan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru. Karenakaryawan mampu bersedia bekerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan serta karyawan mampu menggunakan logika dan menilai implikasi dari suatu argumen.
3.        Kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru. Karena gaji yang diterima karyawan secara keseluruhan sesuai dengan usaha yang dikeluarkan karyawan.
4.        Disiplin tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru.Karena karyawan mampu bekerja sesuai prosedur yang ada. karyawan berpendapat bahwa memang sudah seharusnya karyawan bekerja sesuai dengan prosedur.

Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat diberikan beberapa saran antara lain sebagai berikut :
1.        Perusahaan disarankan untuk membuka forum terbuka dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyampaikan pendapat, kritik dan inisatif sehingga terjalin komunikasi baik antar karyawan maupun antara karyawan dengan pemimpin.
2.        Perusahaan sebaiknya memberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran karyawan seperti pemberian surat peringatan atau pemotongan bonus kepada karyawan.  Diharapkan karyawan lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan seluruh pekerjaan tepat waktu.
3.        Karyawan disarankan agar lebih giat bekerja sehingga karyawan bisa menyelesaikan tugas dengan lebih tepat waktu, diharapkan juga karyawan lebih membuka diri untuk bekerja sama dengan karyawan yang lain, sehingga secara keseluruhan dapat meningkatkan kinerja karyawan.
4.        Pada peneliti selanjutnya, diharapkan agar dapat melakukan kajian yang lebih dalam lagi mengenai kemampuan, kompensasi dan disiplin dengan menambahkan variabel-variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi kinerja karyawan selain variabel-variabel independen tersebut di atas.

DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, Pandji.2009. Manajemen Bisnis.PT. Rineka Cipta : Jakarta

Dian, Sari2013. Konsep Dasar Perpajakan. PT Refika Adimata : Bandung

Hasibuan. Malayu S.P. 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi. Aksara :Jakarta

Hasibuan. Malayu S.P. 2008.Manajemen Sumber Daya Manusia (Dasar dan Kunci Keberhasilan). Bumi Aksar : Jakarta

Handoko, T. Hani, 2008. Manajemen Personalia Sumber Daya Manusia, Edisi. Kedua. BPFE : Yogyakarta

Hasibuan, Malayu. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara: Jakarta

Robbins, Stephen P. & Judge, Timothy A. 2008. Perilaku Organisasi. Edisi Ke 12. Salemba Empat : Jakarta

Robbins SP, dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi, Salemba Empat : Jakarta.

Soelaiman, Sukmalana. 2007. Langkah Efektif untuk Membangun, Mengendalikan dan Evaluasi Kerja. Cetakan Kedua. PT Intermedia Personalia Utama : Jakarta

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D Bandung. Penerbit: CV. Alfabeta: Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Analis Industri dan Pesaing

Langkah-langkah menganalisis pesaing ( Kotler ): – Mengidentifikasi pesaing – Menentukan sasaran pesaing – Mengidentifik...