PENGARUH
KEMAMPUAN, KOMPENSASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. LAUTAN REZEKI
DI PEKANBARU
Oleh :
Ade Mazmur Purba
Pembimbing : Jumiati
Sasmita dan Ahmad Rifqi
Faculty of Economics and Bussines Riau University,
Pekanbaru, Indonesia
Email : ademazmur25@gmail.com
The
Effect of Ability, Compensation, and Discipline on Employee Performance CV.
Lautan Rezeki in Pekanbaru
ABSTRACT
This
research was conducted at CV. Lautan Rezeki in Pekanbaru. This study aims to determine the effect
of ability, compensation and discipline both simultaneously and partially on
employee performance on CV. Lautan Rezeki in Pekanbaru.The method used in this
study is a sampling census method with a sample of 55 people, in this study to
test the research hypothesis by using multiple linear regression techniques,
with the help of SPSS program version 22.The results of this study can be seen
that the ability to partially significant effect on employee performance is
shown t value = 3.083. Partially compensation has no significant effect on
employee performance is shown t value 1,616. Discipline partially no
significant effect on employee performance is shown t value -0,523.
Simultaneously that ability, compensation and discipline have a significant effect
on employee performance at CV. Lautan Rezeki in Pekanbaru is shown f count
14,406. R Square equal to 0,459 (45,9%) while the rest (100% - 45,9% influenced
by other variable.
Keywords: Ability, Compensation, Discipline,
Employee Performance.
PENDAHULUAN
Sumber daya manusia merupakan asset yang
paling penting bagi suatu perusahaan, terutama sebagai penggerak bagi setiap
kegiatan di dalam perusahaan. Suatu perusahaan dalam melakukan aktivitasnya
dalam mencapai tujuan yang diinginkan memerlukan manajemen yang sanggup
mengelola sumber daya manusia dengan baik. Karena sumber daya manusia merupakan
modal utama untuk merencanakan,
mengorganisir, mengarahkan serta
menggerakkan faktor-faktor yang ada di dalam perusahaan tersebut. Sumber daya
manusia perlu dikembangkan secara terus menerus agar diperoleh sumber daya
manusia yang bermutu dalam arti sebenarnya, yaitu pekerjaan yang dilaksanakan
akan menghasilkan sesuatu yang dikehendaki perusahaan. Sehingga perusahaan
mampu bersaing dengan perusahaan lainnya sesuai tuntutan zaman.
Didalam mencapai tujuan perusahaan
secara efektif dan efisien tidaklah
mudah, untuk itu dalam perusahaan, baik perusahaan pemerintahan maupun
perusahaan swasta selalu berusaha untuk meningkatkan sumber daya manusia. Manusia tidak lagi dianggap sebagai faktor
produksi tetapi lebih dianggap sebagai asset perusahaan yang penting.
Keefektifan dan keunggulan perusahaan sangat tergantung pada kualitas sumber
daya manusia yang dimiliki. Dalam kelangsungan aktivitas perusahaan, perusahaan
tersebut harus dapat memanfaatkan kemampuan sumber daya manusia secara optimal.
keberadaan sumber daya manusia saat ini
tidak menjamin kemampuan sumber daya manusia tersebut tinggi. Oleh karena itu
perusahaan diharuskan jeli untuk melihat
kemampuan sumber daya manusia yang
dimiliki.
Setiap perusahaan akan selalu berusaha
untuk meningkatkan kinerja karyawan, dengan harapan tujuan perusahaan akan
tercapai. Kinerja karyawan yang tinggi
sangat diharapkan oleh perusahaan. Semakin banyak karyawan yang mempunyai
kinerja tinggi, maka kinerja perusahaan secara keseluruhan akan meningkat,
sehingga perusahaan akan dapat bertahan dalam persaingan global. Karyawan
dituntut untuk mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab secara efektif dan
efisien.
Kinerja karyawan
dapat diukur melalui kepuasan konsumen, disiplin karyawan, lama karyawan
bertahan kerja, berkurangnya jumlah keluhan, tercapainya target dan efisiensi
anggaran. Beberapa faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan diantaranya adalah meningkatkan
kemampuan kerja, memberikan kompensasi yang layak, meningkatkan displin kerja,
pelatihan tenaga kerja dan lain – lain.
CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru merupakan
perusahaan yang bergerak di bidang distribusi mebel. Seperti halnya dengan
perusahaan lain, demi meningkatkan kinerja karyawan perusahaan selalu berupaya
meningkatkan kemampuan karyawan, berusaha memberikan kompensasi yang layak
serta menanamkan displin kerja yang tinggi. Sebagai perusahaan yang sedang
berkembang, karyawan CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru dituntut untuk dapat
bekerja dengan kinerjayang tinggi,
mengutamakan kepentingan perusahaan dan sadar akan tanggung jawabnya serta
melaksanakan tugas yang diperankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
TINJAUAN PUSTAKA
Kinerja
Menurut Rivai (2009 : 125) Kinerja
merupakan suatu hasil kerja yang dicapai seseorang yang melaksanakan tugas-
tugas yang dibebankan kepadanya berdasarkan kecakapan, kesanggupan pengalaman
dan waktu.
Menurut Mangkunegara (2011:67) kinerja
adalah hasil kerja secara kuantitas dan kualitas yang telah dicapai oleh
seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang
diberikan kepadanya.
Menurut Simamora
(dalam Mangkunegara 2007 : 67)
indikator kinerja adalah sebagai berikut :
1.
Kualitas
2.
Kuantitas
3.
Pelaksanaan Tugas
4.
Tanggung jawab
Kemampuan
Soelaiman
(2007:112), mengatakan kemampuan adalah sifat yang dibawa lahir atau
dipelajari yang memungkinkan seseorang yang dapat menyelesaikan pekerjaannya,
baik secara mental ataupun fisik. Karyawan dalam suatu organisasi, meskipun dimotivasi
dengan baik, tetapi tidak semua memiliki kemampuan untuk bekerja dengan baik.
Kemampuan dan keterampilan memainkan peranan utama dalam perilaku dan kinerja
individu.
Kemampuan menurut Robbins dan Judge (2008:57), kemampuan (ability) adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas
dalam suatu pekerjaan.
Menurut Robbin (2007:57) di dalam mengukur kemampuan
kerja, menggunakan indikator sebagai berikut:
a. Kemampuan
teknis
1.
Pelaksanaan
tugas sesuai dengan aturan dan target waktu yang telahditetapkan.
2.
Tingkat
pelaksanaan pekerjaan menggunakan peralatan sesuai dengan bidang tugasnya.
3.
Tingkat
penyelesaian terhadap masalah.
4.
Tingkat
pendidikan dan jenis pendidikan.
b. Kemampuan
bersifat manusiawi
1.
Tingkat
kerja sama dengan c orang lain.
2.
Tingkat
membangun suasana kerja yang kondusif.
3.
Tingkat
pelaksanaan kerja dengan inisiatif.
c. Kemampuan
konseptual
Tingkat
kejelasan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan bidang
tugasnya. Tingkat penggunaan skala prioritas dalam menyelesaikan
pekerjaan.
Kompensasi
Menurut Hasibuan (2008:118) Kompensasi adalah semua
pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang
diterima Pegawai sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.
Sementara itu menurut Handoko (2008:37) Kompensasi adalah
segala sesuatu yang diterima oleh pegawai sebagai balas jasa untuk kerja
mereka.
Hasibuan (2012:86)
mengemukakan, secaraumumadabeberapaindikatorkompensasi, yaitu:
1.
Gaji
2.
Upah
3.
Insentif
4.
Asuransi
5.
Tunjangan
Disiplin
Hasibuan
(2007:212) menyatakan bahwa disiplin adalah kesadaran dan kesediaan seseorang
mentaati semua peraturan perusahaan dan norma – norma sosial yang berlaku.
Menurut Pandji (2009:46). Displin adalah suatu sikap,
perbuatan untuk selalu mentaati tata tertib.
Simamora(dalam
Sari 2013:746) menyatakan bahwa indikator-indikator yang dapat mengukur
disiplin kerja antara lain:
1.
Kepatuhan
pada peraturan
2.
Efektif
dalam bekerja
3.
Tindakan
Korektif
4.
Kehadiran
tepat waktu
5.
Menyelesaikan
pekerjaan tepat waktu
Kerangka
Penelitian
Gambar 1
Kerangka
Penelitian
|
Kompensasi
(X2)
|
|
Kemampuan
(X1)
|
|
Kinerja
(Y)
|
|
Disiplin
(X3)
|
Sumber: Tika (2014), Mahmudi (2011), Anoki (2010), Singodimenjo (2011)
Hipotesis
H1: Kemampuan, kompensasi, dan disiplin
berpengaruh signifikan secara simultan
terhadap kinerja karyawan CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru.
H2: Kemampuan berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan CV. Lautan
Rezeki di Pekanbaru
H3: Kompensasi berpengaruh signifikan
secara parsial terhadap kinerja karyawan
CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru
H4: Disiplin berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan CV. Lautan
Rezeki di Pekanbaru
METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel
MenurutSugiyono (2010:115) Populasiadalahwilayahgeneralisasi yang
terdiriatas: obyek/subyek yang mempunyaikualitasdankarakteristiktertentu yang ditetapkanolehpenelitiuntukdipelajaridankemudianditarikkesimpulannya.
Populasijugabukansekedarjumlah yang adapadaobyek/subyek yang dipelajari,
tetapimeliputiseluruhkarakteristik/sifat yang
dimilikiolehsubyekatauobyekitu.Populasidalampenelitianiniadalahseluruhkaryawan
yang ada di perusahaan CV. LautanRezekidi Pekanbaru yang berjumlah55karyawan.
SampelmenurutSugiyono (2010:116)
merupakanbagiandarijumlahdankarakteristik yang
dimilikiolehpopulasitersebut. Dalampenelitianinitidakdigunakanteknik sampling
karenasampel yang ditelitiadalahkeseluruhandaripopulasi yang adaataudisebutdengansensus.
Jenis dan Sumber
Data
Data Primer
Data
primer, data yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama. Baik dari
individu seperti hasil wawancara atau
hasil pengisian kuesioner. Data primer pada penelitian ini terdiri dari
persepsi responden pada variabel kinerja, kemampuan, kompensasi dan disiplin.
Data sekunder
Data
sekunder, yaitu data yang diperoleh dari sumber-sumber lain yang telah diolah,
seperti data absensi, struktur organisasi, jurnal-jurnal penelitian terdahulu
yang relevan dan teori-teori terkait dengan kinerja, kemampuan, kompensasi dan
disiplin.
Metode Analisis
Data
MengenaimetodedanAnalisis
data yang digunakan penulis adalah dengan mengunakan metode regresi linear
berganda, yaitu suatu metode statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan
antara tiga variabel bebas dan satu variabel terkait. Yang mana variabel bebas
tersebut terdiri dari kemampuan, kompensasi dan disiplin sedangkan yang menjadi
variabel terikat yaitukinerja. Pengaruh antara variabel bebas dengan variabel
terikat ditunjukkan dengan fungsi persamaanan analisisdeskriptif regresi linier berganda.
Sesuai dengan jenis dan
sifat penelitian ini, maka seluruh data yang akan dikumpulkan disusun
sistematis dan deskriptif. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah sekala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan presepsi
sosial, Skor jawaban responden dalam penelitian
Untuk membantu dalam
pengolahan data tersebut digunakan program SPSS (Statistical Package For Social Science). Sedangkan alat uji yang
digunakan untuk menguji persamaan regresi serta koefisien determinasi dan
standar errornya dan untuk melihat pengaruh dari variabel-variabel bebas
(independen) terhadap variabel terikat (dependen) di dalam penulisan ini adalah
:
Teknik
Analisis Data
Regresi Linear
Berganda
Analisisinidigunakanuntukmengetahuiseberapabesarpengaruhvariabelbebasyaitukemampuan
(X1), dankompensasi (X2), disiplin (X3) terhadapvariabelterikatnyayaitukinerjakaryawan (Y).
Uji
Hipotesis
Uji
Secara Parsial (Uji t)
Uji t digunakanuntukmengujisignifikansihubunganantaravariabel X dan Y, apakahvariabel X1, X2, X3 (kemampuan,kompensasi dan disiplin) benar-benarberpengaruhterhadapvariabel Y (Kinerja) secaraterpisahatauparsial. Hipotesis yang
digunakanadalah:
Ho:Variabel-variabelbebas (kemampuan,kompensasi dan
disiplin) tidakmempunyaipengaruh yang
signifikanterhadapvariabelterikat (kinerja).
Ha: Variabel-variabelbebas (kemampuan,kompensasi dan
disiplin) mempunyaipengaruh yang
signifikanterhadapvariabelterikat (kinerja).
Dasarpengambilankeputusanadalahdenganmenggunakanangkaprobabilitassignifikansi, yaitu:
a. Apabilaangkaprobabilitassignifikansi> 0,05, maka Ho
diterimadan Ha ditolak.
b. Apabilaangkaprobabilitassignifikansi<
0,05, maka Ho ditolakdan Ha diterima.
Uji
Secara Simultan (Uji
F)
Dalampenelitianini, uji F
digunakanuntukmengetahuitingkatsiginifikansipengaruhvariabel-variabelindependen (bebas)secarabersama-sama (simultan) terhadapvariabeldependen (terikat).Dalampenelitianini, hipotesis yang digunakanadalah:
Ho : Variabel-variabelbebasyaitukemampuan,kompensasi dan
disiplintidakmempunyaipengaruh yang
signifikansecarabersama-samaterhadapvariabelterikatnyayaitukinerja karyawan.
Ha: Variabel-variabelbebasyaitukemampuan,kompensasi dan
disiplinmempunyaipengaruh yang
signifikansecarabersama-samaterhadapvariabelterikatnyayaitukinerja.
Dasarpengambilankeputusannyaadalahdenganmenggunakanangkaprobabilitassignifikansi,
yaitu:
a. Apabilaprobabilitassignifikansi> 0.05, maka Ho diterimadan Ha
ditolak.
b. Apabilaprobabilitassignifikansi< 0.05, maka Ho
ditolakdan Ha diterima
KoefisienKorelasi
Ujikorelasibertujuanuntukmelihatkeeratanhubunganantaraduavariabelataulebih.Hubunganantaravariabeldapatberbentuksearah
(positif) atauterbalik (negatif).Nilaikoefisienkorelasiberkisarantara
-1 sampai +1.Koefisienbernilaipositif (searah) dalam model
regresibermaknasemakintingginilai X makasemakintingginilai Y.
Koefisienkorelasinegatif (terbalik) dalam model
regresibermaknasemakintingginilai X makasemakinrendahnilai Y.
Koefisien
Determinasi (R2)
Koefisiendeterminan (R²)
dimaksudkanuntukmengukurkemampuanseberapabesarpersentasevariasivariabelbebaspada
model regresi linier bergandamenjelaskanvariasivariabelterikat (Priyanto,
2008:67) jika R² = 0 berartibahwavariabelindependentidakmemilikipengaruhsamasekaliterhadapvariabeldependen.
Sebaliknyaapabila R² = 1 berartivariabeldependen 100%
dipengaruhiolehvariabelindependen. Olehsebabitu, nilai R² berkisaratara 0 dan
1.Untukmengetahuibesarnyakoefisiendeterminasi (R²)
masing-masingvariabelindependen (bebas)terhadapvariabeldependen (terikat)dapatdilihatdarihasilkuadratkosfisienkorelasiparsial.Untukmengujivariabelmana
yang signifikandapatdilihatdarikoefisiendeterminasiparsial yang
terbesardarikeduavariabelindependen.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pengujian Regresi Linier Berganda
Untuk melihat pengaruh
keselamatan dan kesehatan kerja,
kepemimpinan dan komunikasi
terhadap kepuasan kerja,
maka digunakan analisis
regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil pengolahan
data dengan bantuan
program SPSS dapat
dilihat rangkuman hasil
empiris penelitian sebagai
berikut :
Tabel 1
Hasil Empiris
Penelitian
|
Variabel
Bebas
|
Koefisien
Regresi
|
Konstana
|
|
Kemampuan (X1)
|
0,411
|
1.606
|
|
Kompensasi (X2)
|
0,223
|
|
|
Disiplin (X3)
|
-0,043
|
Sumber :
Data Olahan,2017
Y = a + b1X1 + b2X2
+ b3X3 + ε
Y
= 1.606 + 0,411X1 + 0,223X2 – 0,043X3 + ε
Dari
persamaan tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa :
a.
Konstanta sebesar 1,606 menyatakan bahwa jika ada kemampuan,
kompensasi dan disiplin nilainya adalah 0, maka kinerja karyawan adalah 1,606.
b.
Koefisien regresi kemampuan (X1) sebesar
0,411 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh kemampuan sebesar 0,411 terhadap
kinerja karyawan, artinya jika variabel kemampuan mengalami peningkatan 1%,
maka kinerja karyawan (Y) akan mengalami peningkatan 0,411. Koefisien bernilai
positif sehingga terjadi pengaruh positif antara kemampuan terhadap kinerja
karyawan.
c.
Koefisien regresi kompensasi (X2)
sebesar 0,223 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh kompensasi sebesar 0,223
terhadap kinerja karyawan, artinya jika variabel kompensasi mengalami
peningkatan 1%, maka kinerja karyawan (Y) akan mengalami peningkatan 0,223.
Koefisien bernilai positif sehingga terjadi pengaruh positif antara kompensasi
terhadap kinerja karyawan.
d.
Koefisien regresi disiplin(X3) sebesar
-0,043 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh disiplinadalah sebesar -0,043
terhadap kinerja karyawan, artinya jika variabel disiplinmengalami peningkatan
1%, maka kinerja karyawan (Y) akan mengalami penurunan sebesar-0,043. Koefisien
bernilai negatif sehingga terjadi pengaruh negatif antara disiplinterhadap
kinerja karyawan.
Uji F
(Simultan)
Tabel 2
Hasil Uji
Koefisien Regresi Secara Simultan (Uji F)
|
ANOVAa
|
||||||
|
Model
|
Sum of Squares
|
df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
|
|
1
|
Regression
|
7.830
|
3
|
2.610
|
14.406
|
.000b
|
|
Residual
|
9.239
|
51
|
.181
|
|
|
|
|
Total
|
17.069
|
54
|
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable:
Kinerja
|
||||||
|
b. Predictors: (Constant),
Disiplin, Kompensasi, Kemampuan
|
||||||
Sumber : Data Olahan,2017
Diketahui
F hitung sebesar 14,406 dengan signifikansi 0,000. Di ketahui F tabel (pada tingkat
signifikansi 5%) pada derajat bebas (df) = N - k - 1 = 55 - 3 – 1 = 51, dimana
N = jumlah sampel, k = jumlah variabel independent. Nilai F tabel pada taraf
kepercayaan signifikansi 0,05 adalah 2,780. Di ketahui F hitung (14,406) > F
tabel (2,780) dan signifikansi (0,000) < 0,05. Dengan demikian maka model
regresi dapat dipergunakan untuk memprediksi kinerja karyawan di CV. Lautan
Rezeki di Pekanbaru. Artinya faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan, seperti
kemampuan (X1), kompensasi (X2), dan disiplin (X3) secara bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di CV. Lautan Rezeki di
Pekanbaru.
Uji
Koefisien Korelasi dan Determinasi
Tabel 3
|
Model Summaryb
|
||||
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R Square
|
Std. Error of the Estimate
|
|
1
|
.677a
|
.459
|
.427
|
.42563
|
|
a. Predictors: (Constant), Disiplin, Kompensasi, Kemampuan
|
||||
|
b. Dependent Variable: Kinerja
|
||||
Sumber : Data Olahan,2017
Koefisien Korelasi
Tabel diatas menjelaskan R adalah koefisien
korelasi berganda, yaitu korelasi antara dua atau lebih variabel independen
terhadap dependen. Nilai R berkisar 0 sampai 1, jika mendekati 1 maka hubungan
semakin erat tetapi jika mendekati 0 maka hubungan semakin lemah. Angka R pada
hasil koefisien
korelasi sebesar 0,677 artinya
korelasi antara variabel kemampuan, kompensasi dan disiplin
terhadap kinerja karyawan di CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru mempunyai hubungan yang erat.
Koefisien
Determinasi
Analisis determinasi
dalam regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh
kemampuan, kompensasi dan disiplin terhadap kinerja karyawan di CV. Lautan
Rezeki di Pekanbaru di gunakan nilai R Square yang di kalikan dengan 100%. Pada
penelitian ini nilai R Square dapat
di lihat pada tabel berikut ini :
Nilai Koefisien
determinan (R Square) sebesar 0,459
berada pada kategori kuat. Hal ini berarti bahwa pengaruh kemampuan (X1) ,
kompensasi (X2), dan disiplin (X3) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebesar
45,9% sedangkan sisanya sebesar (100% - 45,9% = 54,1%) di pengaruhi oleh
variabel lain yang di luar dari variabel kemampuan, kompensasi dan disiplin
terhadap kinerja ini.
Uji Normalitas
Model regresi
yang baik adalah
memiliki distribusi data
normal atau mendekati
normal. Untuk mendeteksi
normalitas data, dapat
dengan melihat probability
plot. Jika distribusi
data adalah normal,
maka garis yang
menggambarkan data sesungguhnya
akan mengikuti garis
diagonalnya.
Gambar
2
Normal Probability
P – Plot
Sumber : Data Olahan,2017
Dari
gambar diatas terilihat
titik – titik menyebar disekitar
dan mengikuti garis
diagonal. Ini artinya
bahwa data berdistribusi
normal.
PEMBAHASAN
Pengaruh
Kemampuan, Kompensasi dan Disiplin Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan
Hal ini terlihat
dari F hitung (14.406) > F tabel (2.780) dan signifikansi 0.000 < 0,05.
Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Pengujian ini secara statistik
membuktikan bahwa (kemampuan, kompensasi dan disiplin) secara bersamaan
berpengaruh signifikan terhadap (kinerja karyawan) pada CV. Lautan Rezeki di
Pekanbaru.
Pengaruh
Kemampuan Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan
Hal
ini terlihat dari t hitung (3.083) > t tabel (2.309) dan signifikansi 0.003<
0,05. Dengan demikian pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa
kemampuan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan artinya bahwa variabel
kemampuan secara signifikan mempengaruhi kinerja karyawan pada CV. Lautan
Rezeki di Pekanbaru
Pengaruh
Kompensasi Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan
Hal ini terlihat dari t hitung (1.616) < t
tabel (2.309) dan signifikansi 0.112 > 0,05. Dengan demikian pengujian ini
secara statistik membuktikan bahwa kompensasi tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru.
Pengaruh
Disiplin Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan
Hal ini terlihat
dari t hitung (-0.523) < t tabel (-2.309) dan signifikansi 0.603>
0,05. Dengan demikian pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa disiplin
tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan
Rezeki di Pekanbaru.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis
pada uraian bab-bab sebelumnya mengenai pengaruh kemampuan, kompensasidan
disiplin terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru, maka berikut ini penulis dapat mengambil kesimpulan yaitu
:
1.
Kemampuan, kompensasi dan disiplin
berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan
Rezeki di Pekanbaru. Karena karyawanbisa
mengerjakan apa yang diperintahkan perusahaan serta karyawan bisa bekerja
sesuai dengan prosedur yang berlaku.
2.
Kemampuan berpengaruh signifikan
terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru. Karenakaryawan mampu bersedia bekerja lembur untuk
menyelesaikan pekerjaan serta karyawan mampu menggunakan logika dan menilai
implikasi dari suatu argumen.
3.
Kompensasi tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru. Karena gaji yang diterima karyawan secara keseluruhan
sesuai dengan usaha yang dikeluarkan karyawan.
4.
Disiplin tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Lautan Rezeki di Pekanbaru.Karena
karyawan mampu bekerja sesuai prosedur yang ada.
karyawan berpendapat bahwa memang sudah seharusnya karyawan bekerja sesuai
dengan prosedur.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat diberikan
beberapa saran antara lain sebagai berikut :
1.
Perusahaan disarankan untuk membuka
forum terbuka dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyampaikan
pendapat, kritik dan inisatif sehingga terjalin komunikasi baik antar karyawan
maupun antara karyawan dengan pemimpin.
2.
Perusahaan sebaiknya memberikan
sanksi yang tegas terhadap pelanggaran karyawan seperti pemberian surat
peringatan atau pemotongan bonus kepada karyawan. Diharapkan karyawan lebih bertanggung jawab
dalam menyelesaikan seluruh pekerjaan tepat waktu.
3.
Karyawan disarankan agar lebih giat
bekerja sehingga karyawan bisa menyelesaikan tugas dengan lebih tepat waktu,
diharapkan juga karyawan lebih membuka diri untuk bekerja sama dengan karyawan
yang lain, sehingga secara keseluruhan dapat meningkatkan kinerja karyawan.
4.
Pada peneliti selanjutnya,
diharapkan agar dapat melakukan kajian yang lebih dalam lagi mengenai
kemampuan, kompensasi dan disiplin dengan menambahkan variabel-variabel lain
yang mungkin dapat mempengaruhi kinerja karyawan selain variabel-variabel
independen tersebut di atas.
DAFTAR
PUSTAKA
Anoraga, Pandji.2009.
Manajemen Bisnis.PT. Rineka Cipta :
Jakarta
Dian, Sari. 2013.
Konsep Dasar Perpajakan. PT Refika
Adimata : Bandung
Hasibuan. Malayu S.P. 2007, Manajemen Sumber
Daya Manusia. Bumi. Aksara :Jakarta
Hasibuan. Malayu S.P. 2008.Manajemen
Sumber Daya Manusia (Dasar dan Kunci Keberhasilan). Bumi Aksar : Jakarta
Handoko,
T. Hani, 2008. Manajemen Personalia
Sumber Daya Manusia, Edisi. Kedua. BPFE :
Yogyakarta
Hasibuan,
Malayu. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta:
PT. Bumi Aksara: Jakarta
Robbins, Stephen P. & Judge,
Timothy A. 2008. Perilaku Organisasi.
Edisi Ke 12. Salemba Empat : Jakarta
Robbins SP, dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi, Salemba Empat :
Jakarta.
Soelaiman, Sukmalana. 2007. Langkah Efektif untuk Membangun,
Mengendalikan dan Evaluasi Kerja. Cetakan Kedua. PT Intermedia Personalia
Utama : Jakarta
Sugiyono. 2010. Metode
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D Bandung. Penerbit: CV.
Alfabeta: Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar