Sabtu, 01 Desember 2018

Implementasi Total Quality Management Melalui Empowerment Dan Organizational Commitment Dalam Meningkatkan Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Adei Plantation & Industry

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

 Dalam era industrialisasi yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam dunia industri akan memberikan perhatian penuh pada kualitas. Hal tersebut dikarenakan dari tuntutan konsumen atas peningkatan kualitas jasa dan produk yang semakin bertambah, terjadi pula peningkatan penawaran produk dan jasa dengan harga lebih bersaing dari negara lain dengan biaya tenaga kerja rendah. Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat membawa perubahan pula dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, untuk dapat meningkatkan kualitas perusahaan tersebut, maka perusahaan harus mengantisipasi dari perkembangan teknologi. Menurut Goestsch dan David dalam Tjiptono dan Anastasia (2007) kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Dalam istilah perbendahaaran ISO dikatakan bahwa kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan baik yang dinyatakan secara tegas maupun tersamar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas merupakan keseluruhan karakteristik yang berhubungan dengan produk, jasa, proses dan lingkungan yang dapat memuaskan konsumen. Meningkatkan kualitas organisasi dapat dilakukan dengan menerapkan Total Quality Management (TQM). Dimana sejak tahun 1980-an TQM terbukti mampu meningkatkan kinerja organisasi Krajewski dan Ritzman dalam Munizu, (2010). Sampai saat ini, sistem yang dianggap paling cocok sebagai alat untuk membuat perusahaan tetap going concern adalah Total Quality Management (TQM).

Menurut Santosa dalam Deu (2010) TQM merupakan sistem manajemen yang menyangkut kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan pemberdayaan atau melibatkan seluruh karyawan dan perbaikan secara berkesinambungan atas kualitas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan organisasi. Menurut Geotsch dan Davis dalam Tjiptono (2010) Kompenen TQM memiliki 10 unsur utama, dua diantaranya adalah pemberdayaan dan komitmen organisasi. Pemberdayaan karyawan dan komitmen organisasi adalah salah satu konsep dan bentuk pengelolaan yang di tawarkan TQM untuk menciptakan kualitas dalam perusahaan. Menurut Cook dan Macaulay dalam Wibowo (2008), pemberdayaan merupakan perubahan yang terjadi pada filsafah manajemen yang dapat membantu menciptakan suatu lingkungan dimana setiap individu dapat menggunakan kemampuan dan energinya untuk meraih tujuan organisasi. Menurut Sahoo (2007) Pemberdayaan dapat meningkatkan komitmen kerja karyawan dan mengilhami perubahan yang membantu tujuan organisasi. Pemberdayaan karyawan sangat terkait dengan komitmen organisasi. Keterkaitan yang antara komitmen dan pemberdayaan disebabkan karena adanya keinginan dan kesiapan karyawan dalam organisasi untuk diberdayakan dengan menerima berbagai tantangan dan tanggung jawab.

Menurut Wibowo (2008) Komitmen Organisasi adalah tingkatan dimana pekerja mengidentifikasikan dengan organisasi dan ingin melanjutkan secara aktif berpartisipasi. Komitmen organisasi dimulai dari bagaimana seorang pemimpin mampu mempengaruhi rasa kepedulian pegawainya terhadap organisasi dengan sikap pemimpin yang benar. Seorang yang memiliki komitmen pada organisasi adalah mereka yang memiliki ketelibatan yang tinggi pada organisasi maupun pada tujuan-tujuan dan nilai-nilai yang terkandung, seperti karyawan-karyawan yang selalu menunjukkan usahanya untuk kepentingan organisasi, dan memiliki keinginan yang kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi. Karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi akan bertanggung jawab dengan bersedia memberikan seluruh kemampuannya karena rasa memiliki organisasi. Rasa memiliki yang kuat akan membuat karyawan merasa berguna dan nyaman berada dalam organisasi (Yuwono, 2007). Dengan kata lain, komitmen organisasi akan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan. Penelitian Ursa (2007) menyimpulkan bahwa komitmen organisasional berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja seseorang untuk bekerja. Menurut Hasibuan (2010) organisasi bukan saja mengharapkan karyawan yang mampu, cakap, dan terampil, namun yang lebih penting adalah mereka bersedia bekerja dengan giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Kemampuan, kecakapan, dan keterampilan karyawan tidak ada artinya bagi organisasi jika mereka tidak mau bekerja keras dengan menggunakan kemampuan, kecakapan, dan keterampilan yang dimilikinya. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa semangat kerja karyawan sangat penting dalam menunjang tercapainya tujuan organisasi. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang berada di Riau. Alasan penulis memilih perusahaan manufaktur adalah karena perusahaan manufaktur memiliki divisi produksi yang yang lebih besar dari divisi lainnya, sehingga penulis ingin mengetahui apakah pemikiran bahwa pengendalian mutu adalah tanggung jawab penuh bagian produksi dan keberhasilan bagian produksi secara tidak langsung. Saat ini, banyak pabrik yang berdiri di Riau yang cenderung terus meningkat jumlahnya. Dengan banyaknya bermunculan kemajuan teknologi dan ketatnya persaingan menyebabkan pihak pabrik meningkatkan program TQM untuk organisasi keseluruhan dan meningkatkan kualitas produksi untuk pelanggan. Untuk menunjukkan bahwa pabrik tersebut memiliki kualitas terbaik, maka diperlukan adanya perbandingan antara program TQM dan kualitas produksi.

Berikut ini dapat diketahui tingkat kinerja operasional PT. Adei Plantation & Industry melalui data tingkat pertumbuhan jumlah produksi FFB, CPO dan PK tahun 2012-2016 sebagai berikut : Tabel 1.1 : Data Tingkat Pertumbuhan Jumlah Produksi FFB, CPO dan PK di PT. Adei Plantation & Industry Tahun 2012-2016
Tahun
FFB (ton)
CPO (ton)
PK (ton)
Total (ton)
Pertumbuhan (%)
2012
185.556,780
42.314,781
9.357,772
237.229,333
-
2013
188.556,930
41.978,981
9.783,018
240.318,929
1,3%
2014
228.475,800
49.027,373
12.436,735
289.939,908
0,02%
2015
219.593,950
48.016,590
11.550,828
279.161,368
-3,71%
2016
209.023,590
45.222,393
10.253,186
264.499,169
-5,25%
Sumber : Data Pt. Adei Plantation & Industry, Bengkalis 2016 

Berdasarkan Tabel 1.1 dapat dilihat bahwa PT. Adei Plantation & Industry Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis memproduksi 3 produk yaitu :
1. FFB ( Fresh Fruit Bunches )
Disebut sebagai Tandan Buah Segar (TBS) yang merupakan suatu bagian dari produk awal yang kelak akan diolah menjadi minyak kental CPO dan inti sawit (kernel) sebagai produk utama disamping produk lainnya.
2. CPO (Crude Palm Oil)
Dikenal dengan minyak kental kelapa sawit yang merupakan hasil olahan serabut buah kelapa sawit (mesocarp) melalui proses perebusan, perontokan dan pengepresan Tandan Buah Segar (TBS).
3. PK (Palm Kernel)
Dikenal dengan minyak inti kelapa sawit merupakan minyak nabati yang diperoleh dari inti buah kelapa sawit.
 
Dapat diketahui bahwa tingkat pertumbuhan jumlah produksi FFB dari tahun 2012 sampai pada 2016 mengalami fluktuasi. PT. Adei Plantation & Industry menginginkan kinerja perusahaan meningkat setiap tahunnya namun kenyataannya pada tahun 2014-2015 mengalami penurunan yang sangat tinggi dari 0.02 persen sampai -3,71 persen, dibandingkan dengan tahun 2013. Pada tahun 2013 dan sebelumnya masih sedikit penurunannya sekitar 1,2 persen, walaupun perusahaan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pada tahun 2015 dan selanjutnya juga terlihat adanya penurunan sebesar 1,54 persen, walaupun tidak banyak. Berdasarkan hal ini mengindikasikan adanya penurunan kinerja pada PT. Adei Plantation & Industry. Tentunya manajemen perlu mengidentifikasikan kendala-kendala apa saja yang bisa menjadi kendala bagi peningkatan kinerja perusahaan tersebut. Agar perusahaan yang baik, maka dapat didukung dengan mengimplementasikan Total Quality Management (TQM). Berdasarkan uraian diatas, maka pada kesempatan ini dilakukan penelitian mengenai “Implementasi Total Quality Management melalui Empowerment dan Organizational Commitment dalam meningkatkan Semangat Kerja Karyawan pada PT. Adei Plantation and Industry”
 
1.2. Rumusan Masalah
 
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, maka dapat diajukan perumusan masalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) melalui Empowerment dan Organizational Commitment secara simultan terhadap Semangat Kerja Karyawan pada PT. Adei Plantation & Industry?
  2. Bagaimana pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) melalui Empowerment dan Organizational Commitment secara parsial terhadap Semangat Kerja Karyawan pada PT. Adei Plantation & Industry?
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah: 
  1. Untuk mengetahui Implementasi Total Quality Management secara simultan melalui Empowerment dan Organizational Commitment terhadap Semangat Kerja Karyawan.
  2. Untuk menganalisis pengaruh Implementasi Total Quality Management secara parsial melalui Empowerment dan Organizational Commitment terhadap Semangat Kerja Karyawan.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi kegunaan atau manfaat sebagai berikut :
  1. Bagi Penulis. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan peneliti
  2. Bagi Universitas. Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan serta menjadi referensi atau bahan masukan dalam penelitian yang akan datang.
  3. Bagi Perusahaan. Sebagai sumbangan pemikiran dan pertimbangan bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan pruduktivitas karyawan serta kebijakan – kebijakan yang sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditentukan. 
DAFTAR PUSTAKA
Akdon (2010). Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. Bandung:Alfabeta Alvin., Hamid dan Hakam. 2014. Pengaruh Pemberdayaan dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Administrasi Bisnis. Vol 8. No. 2. Armstrong, M. 2010. The Art of HRD : Managing People, A Practical Guide For Line Managers. Mengelola Karayawan, Buku Wajib Bagi Manajer Lini. Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer Bohlander G. and Snell, S. 2010. Principles of Human Resources. Management, 15th ed. Mason, OH: South Western - Cengage Learning Dale., Wiele T. V. and Iwaarden J. V. 2007. Managing Quality 5th ed. Oxford: Blackwell Publishing. edisi revisi, Andy Yogyakarta: Yogyakarta. Deu A. K. 2010.The Influence Total Quality Management For Perfomence Head Master At Sma 2 Gorontalo. Vol 1 no 2 hal 81-86 Fadzilah, A. 2008. “ Analisis Pengaruh Pemberdayaan Karyawan dan Self of efficiacy terhadap Kinerja karyawan bagian penjualan PT. Sinar Sosro”. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi, Vol 3, No 1. Fahlefi. 2015. Pengaruh Pemberdayaan terhadap Kinerja melalui Motivasi dan Kepuasan Kerja di CV.Aneka Ilmu Semarang. Vol 8. No. 17. Fitriastuti, T. 2011. Pengaruh Tipe Kepemimpinan Pada Persepsi Politik Dan Outcomes Organisasional Denga Ingrasiasi sebagai Variabel Pamoderasi. Jurnal Siasat Bisnis 15 (2) :229- 247 Ghozali. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: UNDIP. Handoko, T. H. 2009. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Penerbit BPYE. Yogyakarta Hasibuan M. SP. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Jakarta: PT. Bumi Aksara .......... 2010. OrganisasidanMotivasi.BumiAksara. Jakarta.
Heizer J. dan Render B. 2009. “Manajemen Operasi”. Edisi 9. Diterjemahkan Oleh Chriswan Sungkono. Jakarta. Salemba Empat. .......... 2007. Operations management. Jakarta: Salemba Empat. Jaclyen. 2013. Pemberdayaan Karyawan, Motivasi dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. PLN (Persero) Wilayah Menado. Jurnal EMBA Vol. No.4 Karo-karo, Elias. 2010. “Pengaruh Komitmen karyawan terhadap Semangat kerja karyawan bagian umum pada PT. Perkebunan Nusantara V Pekanbaru.Skripsi.FISIP, Ilmu Administrasi, Universitas Riau. Kottler, Philip & Kevin Lane Keller. 2008. Manajemen Pemasaran Edisi 12. Indeks Khalid,Muhammad. 2011.”TQM Implementation in Textile Manufacturing Industry to Success: Review and Case Study. International Business Research, Vol. 4, No. 4; October 2011. Luthans, Fred. 2006. Perilaku Organisasi, Edisi Indonsesia. Penerbit : ANDI. Yogyakarta. Martutina. 2005. Manajemen Personalia. Rineka Cipta. Marpaung, H.M. 2013. Peran Total Quality Management dalam Meningkatkan Daya Saing di Era Globalisasi Suatu Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia.Jurnal visioner & strategis volume 2, nomor 1, hal1-8. Munizu M. 2010. Praktik Total Quality Manajemen (Tqm) Dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal manajemen dan kewirausahaan, vol.12, no. 2, september 2010: 185-194 Moekijat. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. CV Mandar Maju. Bandung Mondy R. W. 2008. Manajemen Sumer Daya Manusia. Erlangga, Jakarta. Nasution. 2006. Manajemen Mutu Terpadu, Jakarta: Ghalia Indonesia. Nurmansyah. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia: Suatu Pengantar. Unilak Press, Pekanbaru Nuraini. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Yayasan Ainisyam. Pekanbaru Purnama N. (2006). Manajemen Kualitas Prespektif Global. Yogyakarta. Ekonisia. Fakultas Ekonomi UI Riaz K. M. (2010).”The impacts of organizational commitment on employee job performance”. European Journal of Social Sciences, Vol 15, No 3. Ritzman and Krajeweski. 2009. Operation Management, 9th Edition. Robbins S. P. 2008. Prinsip-prinsip Perilaku Organiasi. Jakarta; Erlangga. Robbins S. P. dan Judge T. 2009. Perilaku Organisasi. Penerbit Salemba Empat. Jakarta
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis. Penerbit Alfabeta. Bandung Sahoo and Sitaram D. 2011. Employee Empowerment A Strategy to Words Workplaye Commintment. Eropean Journal Of Business and Management, 3 (11), pp: 46-54. Siska. 2010. “Pengaruh Kesejahteraan Karyawan terhadap Semangat kerja karyawan pada PT. Pangansari Utama Medan”. Skripsi. FEKON, Manajemen, Universitas Sumatera Utara. Spencer, 2009, Organizational Behaviour and Human Performance “Measurement of Maaslow’s Nedds Hierarchy”, 16 : 334 – 349. Supriyanto A. dan Rohmad Z. 2010. “Pengembangan dan Implementasi Total Quality Management pada sistem layanan akademik”. Jurnal Ilmu Pendidikan, Februari 2010, Jilid 9, No 1. Tolentino. 2013. Organizational Commitment And Job Performance of The Academic And Administratif Personel. International Journal of Information technology and Business Management. 15 (1): 51-60. Tjiptono. 2010. Strategi Manajemen Pemasaran, Andy Yogyakarta: Yogyakarta. Tjiptiono F. dan Diana A. 2007. “Total Quality Management”. Edisi. Andi.Yogyakarta. Torang S. 2014. Organisasi & Manajemen (Perilaku, Struktur, Budaya & Perubahanan Organisasi). Penerbit Alfabeta. Bandung Ursa M. 2007. “Kepuasan Kerja, Semangat Kerja dan Komitmen Organisasional pada Staf Pengajar Universitas Gunadarma”. Jurnal Psikologi Volume 1, No.1, Desember 2007 Wibowo. 2008. Manajemen Kinerja. PT Raja Grafindo Persada : Jakarta Yenni. 2012. “Pengaruh Penerapan Total Quality Management (TQM) dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Perusahaan dengan Budaya Organisasi Sebagai Variabel Moderasi (Survei padaPerusahaan Manufaktur di Jawa Barat yang Listing di BEI)”. Skripsi. FEKON, Manajemen, Universitas Brawijaya. Yahyo H. dan Reni. 2013. “Pengaruh Motivasi, Lingkungan Kerja,dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan melalui Semangat Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada Karyawan Bagian Produksi CV. Ptra aya Shitaguna, Semarang). Diponegoro Journal Of Social and Politic. Zuhdi, Sulaiman dan Mayarni. 2013. “ Pemberdayaan Pegawai, Motivasi Kerja dan Kualitas Pelayanan”. Jurnal Administrasi Pembangunan, Vol 1, No 3.
Lampiran 1
KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PERGURUAN TINGGI JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS RIAU Kepada Yth, Bapak/Ibu/Saudara/i di PT. Adei Plantation & Industry Dengan hormat,
Sehubungan untuk memenuhi kelengkapan penyusunan skripsi saya, saya Dosmaria Bunga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Analis Industri dan Pesaing

Langkah-langkah menganalisis pesaing ( Kotler ): – Mengidentifikasi pesaing – Menentukan sasaran pesaing – Mengidentifik...