Sabtu, 01 Desember 2018

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN Sejarah Perusahaan PT. Adei Plantation & Industry


BAB IV
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
4.1  Sejarah Perusahaan
PT. Adei Plantation & Industry mulai pertama berdiri pada tahun 1954 dengan menggunakan nama PT. Adei Crumb Rubber Factory, dan pada tahun 1993 berdasarkan Surat Keputusan Mentri Kehakiman No. C2-13693.HT.01.04 terjadi pergantian nama menjadi PT. Adei Plantation & Industry. Selanjutnya pada tahun 1996 terjadi peralihan pemegang saham kepada Kuala Lumpur Kepong Plantation Holding SDN BHD dari Malaysia yang dituangkan dalam akte jual beli No.86 dan Berita Acara PT. Adei Plantation & Industry.
 Kemudian pada tahun 1996 mendapat Persetujuan BKM atas perubahan status dari PMDN menjadi PMA dengan status PMA. No. 110/V/PMA/96. Komoditi yang dikembangkan adalah Karet dan Kelapa Sawit yang berlokasi di kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau.
Dalam rangka mendukung terlaksananya usaha Pemerintah dalam menunjang usaha perdagangan sub-sektor perkebunan, maka PT. Adei Plantation & Industry sebuah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang dimiliki oleh Kuala Lumpur Kepong Plantation Holding Sdn. Bhd. (KLKPH) merencanakan membangun perkebunan beserta Industri Pengolahannya. Berdasarkan perijinan yang telah diperoleh dari Direktorat Jendral Perkebunan No. HK.350/E5.335/04.97 tanggal 22 April 1997 bahwa areal yang di HGU seluas 27.700 ha, dari luas areal kebun yang akan dibangun tersebut terbagi di dua lokasi yaitu lokasi Kebun Nilo seluas 12.800 ha terletak di Kabupaten Kampar dan seluas 14.900 untuk lokasi Kebun Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Sejalan dengan usaha kegiatan perkebunan kelapa sawit dan pabrik pengolahannya ini yang memiliki luas kebun 10.000 hektar, maka untuk memenuhi peraturan perundangan yang ditetapkan oleh Pemerintah menurut Keputusan Mentri Negara Lingkungan Hidup No. 11/MENLH/3/1994 dan turut menunjang pembangunan yang berwawasan lingkungan, maka perlu dibuat kajian masalah lingkungan yaitu ANDAL.
Kegiatan pembangunan perkebunan dan pabrik pengolahan Kelapa Sawit PT. Adei Plantation & Industry ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat setempat, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, terutama untuk :
·         Membuka lapangan kerja pada kegiatan usaha tani perkebunan.
·         Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama yang terlibat dalam kegiatan perkebunan.
·         Merupakan pusat produksi dan kegiatan ekonomi baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
·         Memberi sumbangan terhadap produksi dan pendapatan, baik regional maupun nasional.
·         Memberikan nilai tambah terhadap pemanfaatan sumber daya alam secara lebih produktif, lestari dan berkesinambungan melalui masukan modal, teknologi dan manajemen.

4.2 Visi dan Misi
            Visi
            Berkomitmen untuk memastikan produksi minyak kelapa sawit lestari
            Misi
      Mewujudkan visi dengan menggunakan 3 (tiga) Prinsip : People (Manusia), Planet (Bumi) dan Prosperity (Kemakmuran).

4.3 Struktur Organisasi
Gambar 4.1.
Struktur Organisasi PT. Adei Plantation & Industry
MANAJER PABRIK
ASISTEN SHIFT
PERSONALIA
KEUANGAN
LABORATORIUM
MESIN
LISTRIK
KEPALA ADMINISTRASI
KEPALA PENGOLAHAN
KEPALA BENGKEL
MEKANIK JAGA
GUDANG
 











Sumber : PT. Adei Plantation & Industry

Adapun tugas-tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing anggota organisasi pada PT. Adei Plantation & Industry adalah sebagai berikut :
1.      Manajer Pabrik.
Mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
a.      Manajer pabrik bertanggung jawab terhadap penyusunan rencana kerja proses produksi Minyak Kelapa Sawit (MKS).
b.      Melakukan pengawasan agar rencana kerja proses produksi dapat terlaksana dengan efektif dan efesien.
2.      Laboratorium.
a.       Merencanakan jadwal pengolahan sesuai dengan estimasi buah yang akan diterima dari kebun.
b.      Merencanakan penggunaan jumlah tenaga kerja yang diperlukan dalam proses produksi.
c.       Merencanakan ketersediaan sumber daya yang ada dengan memperhatikan :
·         Cadangan buah yang tersedia
·         Cadangan bahan baku Boiler (Fibre & Shell)
·         Cadangan bahan baku Diesel Genset (BBM Solar)
·         Kondisi kesiapan unit mesin pengolahan
·         Bahan-bahan penunjang lainnya ; tali manila, angkong, kain majun dan lain-lain.


3.      Kepala Pengolahan.
a.       Membuat rencana pemakaian tenaga kerja, peralatan dan bahan-bahan kimia yang digunakan pada proses pengolahan
b.      Bertanggung jawab terhadap pencapaian target produksi sesuai bahan baku yang diterima.
c.       Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pengolahan bahan baku menjadi produk akhir.
d.      Mempersiapkan agenda rapat yang berhubungan dengan proses pengolahan seperti produksi, tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan kimia yang digunakan.
e.       Melakukan adjustment sesuai dengan data-data yang telah diberikan oleh Asisten Laboratorium.
f.       Membuat laporan manajemen pengolahan.
g.      Melakukan pengawasan terhadap identifikasi yang berhubungan dengan proses pengolahan sampai pada final produk di gudang.
h.      Melakukan pengawasan terhadap jumlah bahan baku yang diterima serta produksi yang dikirim.
4.      Kepala Bengkel.
a.       Menyusun, mengatur, dan mengawasi kegiatan pemeliharaan dan repair dan mesin-mesin peralatan pabrik agar tidak mengganggu jalannya operasi perusahaan.
b.      Mengajukan permintaan pembelian suku cadang dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk pemeliharaan dan repair semua peralatan pabrik.
c.       Bertanggung jawab atas penggunaan suku cadang dan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan maintenance dan repair.
d.      Mengadakan pengecekan langsung bekerjanya dan kondisi semua peralatan pabrik.
e.       Mengadakan pencatatan mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing mesin/peralatan pabrik.
f.       Menyusun jadwal pemeliharaan peralatan-peralatan pabrik agar tidak menghambat jalannya proses produksi.
g.      Memeriksa kerusakan yang timbul dan menentukan bahan-bahan atau suku cadang yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
h.      Berusaha mencari cara-cara penekanan biaya dan metode perbaikan kerja yang lebih efisien.
i.        Menjaga disiplin kerja dan menilai prestasi kerja bawahannya secara berkala.
j.        Membuat laporan harian dan berkala kegiatan yang dilakukan seksinya.


5.      Kepala Administrasi
a.         Melaksanakan semua sistem dan prosedur administra­si keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan perusahaan.
b.        Melaksanakan  pemeriksaan rutin ke kantor gudang, bengkel, kamar mesin dan laboratorium, untuk memastikan bahwa pencatatan dan pelaporan data serta informasi mengenai produksi, tenaga kerja, persediaan dan pemakaiaan bahan dan alat-alat, semua surat/dokumen dan bukti transaksi telah diadministrasikan dengan baik dan benar sesuai prosedur yang berlaku.
c.         Menyusun dan menyiapkan laporan bulanan yang mencakup :
·         Laporan Permintaan Dana Operasional.
·         Laporan Pertanggung jawaban Dana.
·         Laporan Outstanding PP/PO.
·         Laporan Rekonsiliasi Bank.
·         Laporan Rekening Koran antar Kebun/Pabrik.
·         Laporan Keuangan dan Management.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Analis Industri dan Pesaing

Langkah-langkah menganalisis pesaing ( Kotler ): – Mengidentifikasi pesaing – Menentukan sasaran pesaing – Mengidentifik...