BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Pada perkembangan
teknologi di era globalisasi ini telah mengalami perubahan yang cukup pesat.
kenyataannya, perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM tidak mudah. Ada
beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa
manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang dvalen1234.blogspot.co.id semakin rumit. Salah
satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan munculnya
peraturan dari pemerintah.
Saat ini tercatat di
Riau terdapat lebih kurang 500.000 pelaku Usaha Kecil Menangah (UKM). dari dari
jumlah itu, masih banyak UKM yang belum mempu mengembangkan usahanya menjadi
lebih besar dan mampan.
Kepala Dinas Koperasi
dan UKM Riau, Indra Bangsawan Senin (3/11) di Pekanbaru mengatakan, belum
mampunyaidvalen1234.blogspot.co.id UKM di Riau mengembangkan usahanya itu dikarenakan disebabkan
keterbatasan pengetahuan dalam berusaha.
Untuk itu, menurut dia, para pengusaha UKM tersebut perlu dilatih di bidang usaha dan sistem teknologi informasi, sehinggga nantinya mereka dengan sendirinya bisa membawa usaha yang mereka geluti ke arah yang lebih maju dan berkembang.
Untuk itu, menurut dia, para pengusaha UKM tersebut perlu dilatih di bidang usaha dan sistem teknologi informasi, sehinggga nantinya mereka dengan sendirinya bisa membawa usaha yang mereka geluti ke arah yang lebih maju dan berkembang.
Perkembangan usaha adalah suatu
bentuk usaha kepada usaha itu sendiri agar dapat berkembang menjadi lebih baik
lagi dan agar mencapai pada satu titik atau puncak menuju kesuksesan.
Perkembangan usaha di lakukan oleh usaha yang sudah mulai terproses dan
terlihat ada kemungkinan untuk lebih maju lagi.
Pemberdayaan usaha
mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan langkah yang strategis dalam
meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian terbesar
rakyat Indonesia termasuk provinsi Riau, khususnya melalui penyediaan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan
dan tingkat kemiskinan.
B.
Rumusan
Masalah
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimanakah
fungsi dari Sistem Informasi Manajemen dalam kegiatan Usaha Kecil dan Menengah
di sektor perdagangan ?
2. Apa
sajakah kelebihan dan kekurangan dari Sistem Informasi yang diaplikasikan di
dalam kegiatan UKM?
C.
Tujuan
Penulisan
Tujuan penulisan karya ilmiah ini
mencakup perencanaan serta pertimbangan yang harus dipikirkan di dalam suatu
kegiatan UKM di provinsi Riau agar berkembang pesat dengan menggunakan sistem
informasi.
D.
Manfaat
Penulisan
Hasil dari penulisan ini diharapkan
dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya kepada mahasiswa untuk
menambah pengetahuan dan wawasan dalam materi “Sistem Informasi dan Manajemen
dalam perkembangan Usaha di provinsi Riau ”. Manfaat lain dari penulisan karya
ilmiah ini adalah diharapkan dapat
dijadikan acuan didalam menghadapi era globalisasi yang semakin bersaing dari
segi sistem informasi, maupun dari teknologi.
BAB
II
ISI
A.
Perkembangan
UKM
UKM merupakan potensi yang sangat dan strategis
dalam perekonomian nasional. Karena selain memiliki jumlah yang
besar, UKM juga menyebar hingga ke pelosok pedesaan. UKM juga menghadapi
berbagai permasalahan yang cukup krusial. Secara spesifik setidaknya
terdapat empat permasalahan internal, yang merupakan problem klasik yang dihadapi
UKM. Keempat permasalahan internal tersebut adalah :
1. Terbatasnya
penguasaan dan pemilikan aset produksi, terutama permodalan.
2. Rendahnya
kemampuan sumber daya dvalen1234.blogspot.co.idmanusia.
3. Ditinjau
dari konsentrasi pekerjaan sumberdayanya, pengembangannya terhambat oleh
konsentrasi rakyat di pedesaan yang bergerak pada sektor pertanian.
4. Kelembagaan
usaha belum berkembang secara optimal dalam penyediaan fasilitas bagi kegiatan
ekonomi rakyat.
Sementara
kedelapan permasalahan eksternal yang dimaksud adalah :
1. terbatasnya
pengakuan dan jaminan keberadaan UKM;
2. kesulitan
mendapatkan data yang jelas dan pasti tentang jumlah dan penyebaran UKM;
3. alokasi
kredit sebagai aspek pembiayaan masih sangat timpang, baik antar golongan,
antar wilayah, dan antar desa-kota;
4. sebagian
besar produk industri kecil memiliki ciri atau karakterisitik sebagai
produk-produk fashion dan kerajinan dengan lifetime yang pendek.
5. rendahnya
nilai tukar komoditi yang dihasilkan.
6. terbatasnya
akses pasar;
7. terdapatnya
pungutan-pungutan atau biaya siluman yang tidak proporsional;
8. munculnya
ekonomi dengan berbagai implikasinya.
Penguasaan teknologi, terkait dengan segala aspek
yang menyertai pengembangan UKM, dari mulai pengadaan bahan baku, pengolahan
dan peningkatan mutu produk, distribusi, dan kelayakan atas kondisi pasar yang
ada. Dengan demikian, diharapkan UKM akan semakin efektif dan efisien,
memenuhi kebutuhan skala lokal, bahkan jika memungkinkan juga kebutuhan dalam
skala internasional.
Rintangan klasik dalam upaya penguasaan teknologi
adalah kurangnya kapasitas lokal dan keahlian untuk menyeleksi, memperoleh,
mengadaptasi, dan mengasimilasi teknologi, seiring dengan keterbatasan dan
kekurangan sarana finansial, sebagaimana pula dalam penguasaan informasi.
Tidak banyak UKM yang telah memiliki kapasitas jaringan dandvalen1234.blogspot.co.id monitoring
yang memungkinkan mereka untuk mampu mengakses informasi secara baik.
Padahal, biasanya UKM bisa menentang kehadiran resiko lebih parah, bila
mereka mampu melakukan inovasi-inovasi yang didasarkan pada teknologi baru.
B.
Perencanaan
dan Pengendalian
Perencanaan dan pengendalian persediaan dan
keuangan, terutama karena kurangnya informasi yang mendukung pengambilan
keputusan. Salah satu penyebabnya adalah tidak memadainya sistem pencatatan
transaksi yang ber hubungan dengan pembelian, bidang penjualan, persediaan, dan
kas, yang dapat digunakan sebagai sumber informasi.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini
bermaksud untuk mendesain sistem informasi yang dapat digunakan untuk
merencanakan dan mengendalikan aktivitas pembelian, penjualan, dan persediaan.
C.
Kelebihan
dan Kelemahan Sistem Informasi manajemen dalam UKM
Kelebihan:
1. Umumnya
sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena
karyawan yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.
2. Biaya
pengembangannya relatif lebih murah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
3. Sistem
informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera
melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.
4. Sistem
informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan
dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.
5. Mudah
untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem
informasi karena proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan
tersebut.
6. Adanya
insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan
sistem informasi perusahaan tersebut.
7. Lebih
mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin
karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
8. Sistem
informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik
terhadap sistem yang sudah ada.
9. Pengembangan
Sistem Informasi dilakukan oleh internal sehingga penerapannya dapat
disesuaikan dengan kebutuhan.
10. Respon
yang cepat bila terjadi masalah dalam Sistem Informasi sehingga pihak
perusahaan langsung dapat langsung mengkordinasikan dengan karyawan internal.
11. Proses
pengembangan sistem dapat dikelola dan dikontrol sebab dikerjakan oleh pihak
internal sendiri
12. Dapat
dijadikan sebagai keunggulan kompetitif sebab sekaligus menunjukkandvalen1234.blogspot.co.id kemandirian
dalam berusaha dan menambah rasa percaya diri perusahaan akan kemampuannya
sebab dikerjakan oleh internal perusahaan.
13. Rasa
ikut memiliki yang dimiliki oleh pihak karyawan sehingga dapat mendukung
pengembangan sistem yang sedang dijalankan dan tidak adanya konflik kepentingan
bila dibandingkan dengan outsourcing.
14. Perusahaan
memiliki jaminan maintainance tanpa adanya ikatan kontrak
15. Cocok
untuk pengembangan sistem dan proyek yang kompleks
16. Kedekatan
departemen yang mengelola Sistem Informasi dengan end-user sehingga akan
mempermudah dalam mengembangkan sistem sesuai dengan harapan.
17. Pengambilan
keputusan yang dapat dikendalikan oleh perusahaan sendiri tanpa adanya
intervensi dari pihak luar
Kelemahan :
1. Keterbatasan
jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai teknologi informasi.
2. Pengembangan
sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus
terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi
kurang efektif dan efisien.
3. Perubahan
dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu
melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakandvalen1234.blogspot.co.id
kurang canggih (tidak up to date).
4. Membutuhkan
waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi
biaya yang harus dikeluarkan.
5. Adanya
demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena
bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.
6. Kurangnya
tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan
persepsi dalam pengembangandvalen1234.blogspot.co.id distem dan kesalahan/resiko yang terjadi menjadi
tanggung jawab perusahaan (ditanggung sendiri).
7. Perlu
waktu yang lama untuk mengembangkan sistem karena harus dimulai dari nol.
8. Sumberdaya
internal yang kurang pengalaman dan pengetahuan sehingga menyebabkan resiko
kesalahan pada sistem
9. Resiko
kerugian ditanggung sendiri oleh pihak perusahaan sehingga menyebabkan kerugian
yang lebih besar.
10. Kemungkinan
program mengandung bug sangat besa
11. Ketidakterlibatan
pihak end user dapat menyebabkan kemungkinan gagalnya Sistem Informasi seperti
yang diharapkan dan sesuai dengan kebutuhan.
12. Kesulitan
para pemakai dalam menyatakan kebutuhan dan kesukaran pengembangan memahami
mereka dan seringkali hal ini membuat para pengembang merasa putus asa
13. Adanya
hambatan dana dari pihak manajemen yang diusulkan oleh divisi khusus (menangani
Sistem informasi).
14. Batasan
biaya dan waktu yang tidak jelas karena tidak adanya target yang ditetapkan
sehingga sulit untuk diprediksi oleh perusahaan
15. Perubahan
budaya yang sulit jika diatur oleh karyawannya sendiri
Contoh
dari Usaha Kecil yaitu :
·
Usaha tani sebagai pemilik tanah
perorangan dvalen1234.blogspot.co.idyang memiliki tenaga kerja
·
Pedagang dipasar grosir (agen) dan
pedagang pengumpul lainnya
·
Pengrajin industri makanan dan minuman,
industri meubelair, kayu dan rotan, industri alat-alat rumah tangga, industri
pakaian jadi dan industri kerajinan tangan
·
Peternakan ayam, itik dan perikanan
Di Riau, jumlah UKM hingga 2014 500.000 unit lebih.
Pemerintah membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing Propinsi
atau Kabupaten/Kota.
Pengembangan ekonomi di Provinsi Riau UKM selalu
digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan penting, karena sebagian
besar jumlah penduduknya berpendidikandvalen1234.blogspot.co.id rendah dan hidup dalam kegiatan usaha
kecil baik dalam sektor tradisional maupun modern.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pengembangan UKM dalam ekonomi Kreatif di Provinsi
Riau memiliki peluang yang sangat besar. Sektor pertanian dan pariwisata adalah
sektor yang paling dominan untuk dikembangkan di samping sektor sektor
lainnya.
Dari semua penjelasan dvalen1234.blogspot.co.idyang ada pada Bab Pembahasan
maka dapat disimpulkan bahwa mempelajari Seluk beluk Sistem Informasi Manajemen
di provinsi Riau sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat khususnya tidak bisa
dipisahkan dalam dunia bisnis, tetapi juga bisa sangat merugikan bagi kita
maupun masyarakat luas jika kita tidak memahami seluk beluk tersebut. Didalam
tulisan ini juga mengetahui bagaimana pentingnya mempelajari hal tersebut dan
jangan sampai tertinggal dengan arus globalisasi perekonomian yang semakin
berkembang.
B.
SARAN
Menurut saya, sistem informasi manajemen masih belum
tertata dengan baik di provinsi Riau. Karena ruang lingkup untuk usaha kecil dan
menengah (UKM) tidak banyak menggunakan metode insourcing, cosourcing,
danoutsourcing. Setiap metode memiliki keunggulan dan kelemahannya tersendiri,
dvalen1234.blogspot.co.idsehingga tidak ada metode yang mutlak lebih baik dibandingkan dengan metode
lainnya. Perencanaan dan pengendalian dapat digunakan untuk aktivitas
pembelian, penjualan, dan persediaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar