Senin, 22 Februari 2016

”Sistem Informasi Manajemen terhadap Perkembangan Usaha si Provinsi Riau”



BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pada perkembangan teknologi di era globalisasi ini telah mengalami perubahan yang cukup pesat. kenyataannya, perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM tidak mudah. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang dvalen1234.blogspot.co.id semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan munculnya peraturan dari pemerintah.
Saat ini tercatat di Riau terdapat lebih kurang 500.000 pelaku Usaha Kecil Menangah (UKM). dari dari jumlah itu, masih banyak UKM yang belum mempu mengembangkan usahanya menjadi lebih besar dan mampan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Riau, Indra Bangsawan Senin (3/11) di Pekanbaru mengatakan, belum mampunyaidvalen1234.blogspot.co.id UKM di Riau mengembangkan usahanya itu dikarenakan disebabkan keterbatasan pengetahuan dalam berusaha.
Untuk itu, menurut dia, para pengusaha UKM tersebut perlu dilatih di bidang usaha dan sistem teknologi informasi, sehinggga nantinya mereka dengan sendirinya bisa membawa usaha yang mereka geluti ke arah yang lebih maju dan berkembang.
Perkembangan usaha adalah suatu bentuk usaha kepada usaha itu sendiri agar dapat berkembang menjadi lebih baik lagi dan agar mencapai pada satu titik atau puncak menuju kesuksesan. Perkembangan usaha di lakukan oleh usaha yang sudah mulai terproses dan terlihat ada kemungkinan untuk lebih maju lagi.
Pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian terbesar rakyat Indonesia termasuk provinsi Riau, khususnya melalui penyediaan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan dan tingkat kemiskinan.


B.     Rumusan Masalah

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah:
1.        Bagaimanakah fungsi dari Sistem Informasi Manajemen dalam kegiatan Usaha Kecil dan Menengah di sektor perdagangan ?
2.       Apa sajakah kelebihan dan kekurangan dari Sistem Informasi yang diaplikasikan di dalam kegiatan UKM?


C.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya ilmiah ini mencakup perencanaan serta pertimbangan yang harus dipikirkan di dalam suatu kegiatan UKM di provinsi Riau agar berkembang pesat dengan menggunakan sistem informasi.


D.    Manfaat Penulisan
Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya kepada mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam materi “Sistem Informasi dan Manajemen dalam perkembangan Usaha di provinsi Riau ”. Manfaat lain dari penulisan karya ilmiah  ini adalah diharapkan dapat dijadikan acuan didalam menghadapi era globalisasi yang semakin bersaing dari segi sistem informasi, maupun dari teknologi.



BAB II

ISI


A.     Perkembangan UKM

UKM merupakan potensi yang sangat dan strategis  dalam perekonomian nasional.  Karena selain memiliki jumlah yang besar, UKM juga menyebar hingga ke pelosok pedesaan. UKM juga menghadapi berbagai permasalahan yang cukup krusial.  Secara spesifik setidaknya terdapat empat permasalahan internal, yang merupakan problem klasik yang dihadapi UKM.  Keempat permasalahan internal tersebut adalah :
1.      Terbatasnya penguasaan dan pemilikan aset produksi, terutama permodalan.
2.      Rendahnya kemampuan sumber daya dvalen1234.blogspot.co.idmanusia.
3.      Ditinjau dari konsentrasi pekerjaan sumberdayanya, pengembangannya terhambat oleh konsentrasi rakyat di pedesaan yang bergerak pada sektor pertanian.
4.      Kelembagaan usaha belum berkembang secara optimal dalam penyediaan fasilitas bagi kegiatan ekonomi rakyat.

Sementara kedelapan permasalahan eksternal yang dimaksud adalah :
1.      terbatasnya pengakuan dan jaminan keberadaan UKM;
2.       kesulitan mendapatkan data yang jelas dan pasti tentang jumlah dan penyebaran UKM;
3.      alokasi kredit sebagai aspek pembiayaan masih sangat timpang, baik antar golongan, antar wilayah, dan antar desa-kota;
4.      sebagian besar produk industri kecil memiliki ciri atau karakterisitik sebagai produk-produk fashion dan kerajinan dengan lifetime yang pendek.
5.      rendahnya nilai tukar komoditi yang dihasilkan.
6.      terbatasnya akses pasar;
7.      terdapatnya pungutan-pungutan atau biaya siluman yang tidak proporsional;
8.       munculnya ekonomi dengan berbagai implikasinya.

Penguasaan teknologi, terkait dengan segala aspek yang menyertai pengembangan UKM, dari mulai pengadaan bahan baku, pengolahan dan peningkatan mutu produk, distribusi, dan kelayakan atas kondisi pasar yang ada.  Dengan demikian, diharapkan UKM akan semakin efektif dan efisien, memenuhi kebutuhan skala lokal, bahkan jika memungkinkan juga kebutuhan dalam skala internasional.
Rintangan klasik dalam upaya penguasaan teknologi adalah kurangnya kapasitas lokal dan keahlian untuk menyeleksi, memperoleh, mengadaptasi, dan mengasimilasi teknologi, seiring dengan keterbatasan dan kekurangan sarana finansial, sebagaimana pula dalam penguasaan informasi.  Tidak banyak UKM yang telah memiliki kapasitas jaringan dandvalen1234.blogspot.co.id monitoring yang memungkinkan mereka untuk mampu mengakses informasi secara baik.  Padahal, biasanya UKM bisa menentang kehadiran resiko lebih parah, bila mereka mampu melakukan inovasi-inovasi yang didasarkan pada teknologi baru.


B.      Perencanaan dan Pengendalian

Perencanaan dan pengendalian persediaan dan keuangan, terutama karena kurangnya informasi yang mendukung pengambilan keputusan. Salah satu penyebabnya adalah tidak memadainya sistem pencatatan transaksi yang ber hubungan dengan pembelian, bidang penjualan, persediaan, dan kas, yang dapat digunakan sebagai sumber informasi.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bermaksud untuk mendesain sistem informasi yang dapat digunakan untuk merencanakan dan mengendalikan aktivitas pembelian, penjualan, dan persediaan.


C.    Kelebihan dan Kelemahan Sistem Informasi manajemen dalam UKM

Kelebihan:
1.      Umumnya sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena karyawan yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.
2.       Biaya pengembangannya relatif lebih murah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
3.       Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.
4.      Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.
5.      Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem informasi karena proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.
6.       Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut.
7.       Lebih mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
8.       Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.
9.      Pengembangan Sistem Informasi dilakukan oleh internal sehingga penerapannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
10.  Respon yang cepat bila terjadi masalah dalam Sistem Informasi sehingga pihak perusahaan langsung dapat langsung mengkordinasikan dengan karyawan internal.
11.  Proses pengembangan sistem dapat dikelola dan dikontrol sebab dikerjakan oleh pihak internal sendiri
12.  Dapat dijadikan sebagai keunggulan kompetitif sebab sekaligus menunjukkandvalen1234.blogspot.co.id kemandirian dalam berusaha dan menambah rasa percaya diri perusahaan akan kemampuannya sebab dikerjakan oleh internal perusahaan.
13.   Rasa ikut memiliki yang dimiliki oleh pihak karyawan sehingga dapat mendukung pengembangan sistem yang sedang dijalankan dan tidak adanya konflik kepentingan bila dibandingkan dengan outsourcing.
14.  Perusahaan memiliki jaminan maintainance tanpa adanya ikatan kontrak
15.  Cocok untuk pengembangan sistem dan proyek yang kompleks
16.  Kedekatan departemen yang mengelola Sistem Informasi dengan end-user sehingga akan mempermudah dalam mengembangkan sistem sesuai dengan harapan.
17.  Pengambilan keputusan yang dapat dikendalikan oleh perusahaan sendiri tanpa adanya intervensi dari pihak luar


Kelemahan      :
1.      Keterbatasan jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai teknologi informasi.
2.      Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.
3.       Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakandvalen1234.blogspot.co.id kurang canggih (tidak up to date).
4.      Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan.
5.      Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.
6.      Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam pengembangandvalen1234.blogspot.co.id distem dan kesalahan/resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab perusahaan (ditanggung sendiri).
7.       Perlu waktu yang lama untuk mengembangkan sistem karena harus dimulai dari nol.
8.       Sumberdaya internal yang kurang pengalaman dan pengetahuan sehingga menyebabkan resiko kesalahan pada sistem
9.      Resiko kerugian ditanggung sendiri oleh pihak perusahaan sehingga menyebabkan kerugian yang lebih besar.
10.  Kemungkinan program mengandung bug sangat besa
11.   Ketidakterlibatan pihak end user dapat menyebabkan kemungkinan gagalnya Sistem Informasi seperti yang diharapkan dan sesuai dengan kebutuhan.
12.   Kesulitan para pemakai dalam menyatakan kebutuhan dan kesukaran pengembangan memahami mereka dan seringkali hal ini membuat para pengembang merasa putus asa
13.  Adanya hambatan dana dari pihak manajemen yang diusulkan oleh divisi khusus (menangani Sistem informasi).
14.   Batasan biaya dan waktu yang tidak jelas karena tidak adanya target yang ditetapkan sehingga sulit untuk diprediksi oleh perusahaan
15.   Perubahan budaya yang sulit jika diatur oleh karyawannya sendiri

 
Contoh dari Usaha Kecil yaitu :
·         Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan dvalen1234.blogspot.co.idyang memiliki tenaga kerja
·         Pedagang dipasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya
·         Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan, industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan tangan
·         Peternakan ayam, itik dan perikanan

Di Riau, jumlah UKM hingga 2014 500.000 unit lebih. Pemerintah membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing Propinsi atau Kabupaten/Kota.
Pengembangan ekonomi di Provinsi Riau UKM selalu digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan penting, karena sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikandvalen1234.blogspot.co.id rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik dalam sektor tradisional maupun modern.














BAB III

PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Pengembangan UKM dalam ekonomi Kreatif di Provinsi Riau memiliki peluang yang sangat besar. Sektor pertanian dan pariwisata adalah sektor yang paling dominan untuk dikembangkan di samping sektor sektor
lainnya.
Dari semua penjelasan dvalen1234.blogspot.co.idyang ada pada Bab Pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa mempelajari Seluk beluk Sistem Informasi Manajemen di provinsi Riau sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat khususnya tidak bisa dipisahkan dalam dunia bisnis, tetapi juga bisa sangat merugikan bagi kita maupun masyarakat luas jika kita tidak memahami seluk beluk tersebut. Didalam tulisan ini juga mengetahui bagaimana pentingnya mempelajari hal tersebut dan jangan sampai tertinggal dengan arus globalisasi perekonomian yang semakin berkembang.

B.     SARAN
Menurut saya, sistem informasi manajemen masih belum tertata dengan baik di provinsi Riau. Karena ruang lingkup untuk usaha kecil dan menengah (UKM) tidak banyak menggunakan metode insourcing, cosourcing, danoutsourcing. Setiap metode memiliki keunggulan dan kelemahannya tersendiri, dvalen1234.blogspot.co.idsehingga tidak ada metode yang mutlak lebih baik dibandingkan dengan metode lainnya. Perencanaan dan pengendalian dapat digunakan untuk aktivitas pembelian, penjualan, dan persediaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Analis Industri dan Pesaing

Langkah-langkah menganalisis pesaing ( Kotler ): – Mengidentifikasi pesaing – Menentukan sasaran pesaing – Mengidentifik...