Minggu, 21 Februari 2016

Perencanaan Teknologi


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Manajemen sumber daya teknologi diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk, bisnis atau perusahaan. Dengan demikian, maka pertimbangan teknologi harus menjadi bagian dari perencanaan strategi perusahaan atau strategi bisnis.dvalen1243 Di sini yang dipersoalkan adalah peran strategis dari teknologi. Dalam melihat peran strategis dari teknologi, teknologi yang ada di perusahaan dapat menjadi basis kekuatan atau sumber kelemahan bagi perusahaan.
Di pihak lain teknologi (khususnya yang berada di luar perusahaan) dapat menjadi bagian dari lingkungan usaha, disamping unsur lingkungan lainnya, seperti lingkungan ekonomi, sosial, budaya, politik. Sebagai bagian dari lingkungan usaha, perubahan teknologi dapat menjadi sumber peluang atau ancaman bagi perusahaan.
Dengan menggunakan teknologi yang tersedia, seseorang bisa semakin mudah mengakses informasi di sekitarnya. Informasi tersebut dapat digunakan untuk kemudahan hidup seseorang.

1.2              Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dituliskan rumusan masalah, sebagai berikut:
1.        Bagaimana Perencanaan Teknologi pada suatu perusahaan?
2.        Apakah yang dimaksud perencanaan teknologi ?


1.3       Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah: 
1.        Menjelaskan perencanaan teknologi.
2.        Mejelaskan Perencanaan teknologi pada suatu Perusahaan.


















BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Dari Visi Perusahaan ke Visi Teknologi
            Visi Perusahaan aadalah gambaran tentang masa depan perusahaan yang lebih baik, lebih berhasil, lebih mendekati harapan, atraktif namun tetapdvalen1243 realistik. Visi menunjukkan arah pergerakkan perusahaan masa yang akan datang. Visi merupakan jembatan masa kini dan masa depan. Visi teknologi dengan demikian merupakan gambaran keadaan teknologi yang dikuasai perusahaan yang menunjang tercapainya visi perusahaan.
2.2  Teknologi Manufaktur
Sistem manufaktur terdiri atas komponen hardware dan komponen software.Menurut Amrine, perkembangan teknologi manufaktur digambarkan sebagaimana terlihat pada gambar 01.
Dari gambar 01 terlihat bahwa perkembangan teknologi manufaktur sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi komputerbaik dari sisi hardware maupun software. Dengan demikian sistem manufaktur dimasa yang akan datang akan bersifat kapital dan teknologi intensif bukan lagi labor intensif seperti awal perkembangan nya. Disamping itu sistem manufaktur masa mendatang akan bersifat terpadu (integrated) sehingga faktor koordinasi antar berbagai unit yang terlihat akan menjadi semakin diperlukan.




Perkembangan semacam ini didorong sekurang-kurangnya atas 3 faktor, yaitu :
1.      Produk yang diinginkan konsumen semakin beragam dan dalam jumlah yang kecil.
2.      Life cycle produk semakin pendek.
3.      Tuntunan mutu yang prima dan ongkos yang murah serta pelayanan yang baik dari konsumen.

Disamping itu, akhir-akhir ini tuntutan terhadap faktor lingkungan juga semakin tinggi sehingga teknologi manufaktur juga harus mengakomodsi perkembangan dan tuntunan tersebut. Produk bersih dan eco-labelling merupakan contoh persyaratan lingkungan yang harus dipertimbangkan dalam teknologi manufaktur.
Perkembangan teknologi manufaktur tersebut menuntutdvalen1243 juga kemampuan sumber daya manusianya. Perkembangan dan perubahan tuntutan sumberdaya manusia tersebut meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut :
·         Operating
·         Setting-up
·         Repairing
·         Reproducing
·         Adopting
·         Improving
·         Innovating
Perkembangan tersebut seiring dengan perkembangan teknologi hardwarenya (technoware) yang diidentifikasi sbb :
·         Manual
·         Powered
·         General purpose
·         Special purpose
·         Automatic
·         Computerized
·         Integrated

2.3  Perencanaan Proses
Tipe Penempatan Produk
Perancanaan Proses
Tipe tata Letak Pabrik
            Ada 3 kategori produksi yaitu : flow shop, job shop, dan fixed
Flow shop
Job Shop
Memproduksiuntuk dipesan (make to order)

Lintasan(line) pada produk
Fixed site
Memproduksi untuk dipesan (make to order)
Memproduksi untuk disimpan (make to stock)
Posisi Fokus Terhadap Proyek
Fungsional Produk Pada Proses
 





A.    FLOW SHOP
Flowshop sering disebut dengan tata letak produk karena produk selalu bergerak dengan urutan yang sama dalam proses produksi.

Ada 4 jenis flow shop, yaitu :
1.      Continuous flow, industri mengolah bahan cair, serbuk atau bahan kimia.
Contoh : proses pengelolaan BBM, CPO.
2.      Dedicated repetitive, memproduksi suatu tipe produk tetapi memiliki variasi produk (misalnya warna) yang beragam.dvalen1243
3.      Mixed – model repetitive
Digunakan untuk memproduksi dua atau lebih model (produk). Waktu perubahan tiap model minimum dan dilakukan pada lintasan produksi yang sama.
Karakteristik :
·         Peralatan yang digunakan memiliki fungsi umum dan digunakan untuk memproduksi beberapa model.
·         Tenaga kerja mempunyai keahlian multifungsi sehingga dapat bekerja pada beberapa lintasan produksi.
·         Waktu setup sangat pendek.
·         Kecepatan Lintasan Produksi disesuaikan dengan permintaan pasar.
4.      Intermittent/Batch Flow, secara fungsional sama seperti continuous atau repetitive kecuali dua atau lebih produk di produksi menggunakan fasilitas produksi yang sama.
Karakteristik Batch flow,peralatan yang digunakan memiliki fungsi umum, peralatan dan tenaga kerja harus dijadwal kontinyu, peralatan disesuaikan dengan spesifikasinya (kecepatan, tekanan dan lain - lain).
Tujuan perencanaan flow shop :
  1. Mengkombinasikan beberapa aktifitas dengan persyaratan : membutuhkan keahlian, peralatan, atau material sama.
  2. Memenuhi persyaratan operasi, misalnya memisahkan aktifitas produksi yang berdebu dengan aktifitas yang membutuhkan lingkungan bersih.
  3. Membatasi jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan setiap stasiun kerja.
  4. Menciptakan jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan setiap stasiun kerja.
  5. Minimasi kebutuhan tempat(area) kerja.



B.     JOB SHOP
Proses job shop dicirikan oleh peralatan yang diorganisir menurut fungsinya (misalnya milling, drilling, turning dan assembling). Karakteristik job shop :
  1. Peralatan produksi dan penanganan material dapat disesuaikan atau dimodifikasi untuk menangani produk yangdvalen1243 beragam.
  2. Produk - produk di proses dalam lot atau batch.
  3. Memerlukan perencanaan dan pengendalian produksi yang rinci.
  4. Informasi yang rinci diperlukan untuk melakukan pengendalian.
  5. Beban kerja setiap stasiun kerja berbeda.
  6. Ketesrsediaan sumber (bahan baku, tenaga kerja dan peralatan yang harus dikoordinasikan melalui order planning).
  7. WIP cenderung relatif besar dibandingkan flow shop.
  8. Waktu terbesar produksi adalah waktu menunggu material untuk diproses  pada mesin tertentu.
  9. Tenaga kerja langsung memiliki keahlian lebih jika dibandingkan dengan tenaga kerja flow shop.
Job shop memerlukan tenaga kerja yang memiliki keterampilan tinggi, menggunakan peralatan dengan fungsi umum untuk memproduksi suatu produk sesuai dengan pesanan. Job shop dipilih untuk :dvalen1243
  1. Memproduksi prototipe suatu produk baru.
  2. Membuat produk dalam jumlah kecil untuk menguji permintaan pasar.
  3. Memproduksi dalam jumlah kecil.
  4. Memelihara kualitas yang diinginkan sesuai dengan spesifikasi.
  5. Memberikan kesempatan tenaga kerja memproduksi berbagai produk. Spesialisasi tenaga kerja dapat meningkatkan efisiensi, tetapi dalam batas - batas tertentu akan tidak efisien karena kejenuhan.

C.    FIXED SITE
Mempunyai karakteristik utama berupa peralatan dan tenaga kerja yang dibawa ke tempat di mana produk akan diproses. Contoh : dok kapal, konstruksi jalan, pesawat terbang dan sebagainya. Karakteristik lainnya :
  1. Tenaga kerja langsung berkeahlian tinggi dan independen.
  2. Jumlah pemesanan kecil dan memiliki sejumlah rancangan khusus.
  3. Peralatan, tenaga kerja, material dan sumber lainnya harus tersedia pada waktu yang tepat untuk menghindari kapasitas non produktif.

2.4  Rangkaian Proses Produksi
Perencanaan proses produksi (flow shop, job shop, dan fixed site) yang murni jarang ditemukan. Pada umumnya merupakan kombinasidari kedua atau ketiga – tiganya pentingnya mengidentifikasikan rancangan proses produksi karena setiap proses produksi :
  1. Urutan pekerja yang berbeda.
  2. Tata letak pabrik yang spesifik.
  3. Teknik penjadwalan berbeda.
  4. Manajemen berbeda.
  5. Strategi penempatan produk berbeda

2.5  Perencanaan Kapasitas
  Kapasitas (capacity)dvalen1243 adalah hasil produksi (throughtphut), atau jumlah unit yang dapat ditahan, diterima, disimpan, atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam suatu periode waktu tertentu. Kapasitas mempengaruhi sebagian besar biaya tetap. Kapasitas juga menentukan apakah permintaan dapat dipenuhi, atau apakah fasilitas yang ada akan berlebih. Jika fasilitas terlalu besar, sebagian fasilitas akan mengenggur dan akan terdapat biaya tambahan yang dibebankan pada produk yang ada atau pelanggan. Jika fasilitas terlalu kecil, pelanggan bahkan pasar keseluruhan akan hilang. Oleh karena itu, penetapan ukuran fasilitas sangat menentukan  tujuan pencapaian tingkat utilitas tinggi dan tingkat pengembalian investasi tinggi.
 Kapasitas adalah kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu, dan biasanya dinyatakan dalam bentuk keluaran (output) per satuan waktu. Pengertian kapasitas ini harus dilihat dari tiga perspektif agar lebih jelas, yaitu:
·         Kapasitas Desain: Menunjukkan output maksimum pada kondisi ideal dimana tidak ada produk yang rusak atau cacat, hanya untuk  perawatan  yang rutin.
·         Kapasitas Efektif: Menunjukkan output maksimum pada tingkat operasi tertentu. Pada umumnya kapasitas efektif lebih rendah dari pada kapasitas desain. Kapasitas efektif sering kali lebih rendah daripada kapasitas desain karena fasilitas yang ada mungkin telah didesain untuk versi produk sebelumnya atau bauran produk yang berbeda daripada yang sekarang sedang diproduksi.
·         Kapasitas Aktual: Menunjukkan output nyata yang dapat dihasilkan oleh fasilitas produksi. Kapasitas aktual sedapat mungkin harus diusahakan sama dengan kapasitas efektif.

Perencanaan kapasitas dapat dilihat dari tiga horizon waktu            :
1.       Kapasitas jangka panjang (lebih dari 1 tahun) merupakan sebuah fungsi penambahan fasilitas dan peralatan yang memilki lead time panjang.
Contoh nya dapat dilakukan pada :
a.       Meningkatkan jumlah sumber daya, seperti:
·         penggunaan kerja lembur
·         penambahan regu kerja
·          memberikan kesempatan kerja secara part time
·          sub kontrak
·         kontrak kerja
b.       Memperbaiki penggunaan sumber daya, melalui:
·         mengatur regu kerja
·         menetapkan skedul
c.        Memodifikasi produk, yaitu:
·         menentukan standar produk
·          melakukan perubahan jasa operasi
·         melakukan pengawasan kualitas
d.      Memperbaiki permintaan, yaitu:
·         melakukandvalen1243 perubahan harga
·         melakukan perubahan promosi
e.        Tidak memenuhi permintaan, yaitu:
·         tidak mensuplai semua permintaan

2.       Kapasitas jangka menengah (3 hingga 18 bulan) Hal ini merupakan tugas perencanaan keseluruhan. Dapat berupa  ditambahkan peralatan, karyawan dan jumlah shift, dapat pula dilakukan subkontrak, dan dapat juga menggunakan persediaan. 
3.      Kapasitas jangka pendek (biasanya hingga 3 bulan) perhatian utama terletak pada penjadwalan tugas, penjadwalan karyawan dan pengalokasian mesin.  Sangat sulit untuk mengubah kapasitas jangka pendek, sehingga biasanya digunakan kapasitas yang sudah ada.


Proses menentukan tingkat kapasitas yang diperlukan untuk menentukan jadwal produksi. Elemen – elemen perencanaan kapasitas :
1.      Tenaga kerja
  1. Jam Mesin
  2. Fasilitas
  3. Luas Gudang
Kekurangan kapasitas :
1.       Kekurangan pencapaian target produksi
  1. Pengiriman produk ke konsumen terlambat
Kehilangan kepercayaan sistem manajemen. Kapasitas berlebih :
1.       Utilisasi sumber rendah
  1. Operasi pabrik tidak efisien
  2. Biaya tinggi
  3. Margin keuntungan berkurang.

2.6  Strategi Perencanaan Kapasitas
Keputusan kapasitas membawa dvalen1243implikasi jangka panjang, sekali keputusan dibuat maka dampaknya bagi perusahaan akan terasa pada waktu yang cukup lama. Kapasitas rancangan yang berlebih menyebabkan inefisiensi dan harga pokok produksi yang mahal. Sedangkan kekurangan kapasitas akan berdampak pada kredibilitas perusahaan.
Ada empat pertimbangan khusus bagi terciptanya keputusan yang baik mengenai kapasitas, diantaranya :
1.            Ramalkan permintaan secara akurat ; sebuah peramalan yang akurat merupakan hal yang paling pokok bagi keputusan kapasitas. Apapun produk barunya, prospeknya, dan siklus hidup produk yang ada  sekarang haruslah ditentukan. Manajemen harus mengetahui produk yang sedang dihentikan produksinya, begitu juga volume yang diperkirakan.
2.            Memahami teknologi dan peningkatan kapasitas ; jumlah alternative yang tersedia mungkin cukup banyak, tetapi setelah volume ditentukan, keputusan teknologinya dapat dipadu dengan analisis biaya, kebutuhan sumber daya manusia, kualitas dan kehandalan.
3.            Temukan tingkat operasi (volume) yang optimal; teknologi dan peningkatan kapasitas kerap menentukan ukuran optimal sebuah fasilitas.
4.            Dibuat untuk perubahan; dalam dunia yang cepat berubah, perubahan tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, manajer operasi harus menciptakan fleksibi litas dan fasilitas. Bangunan dan peralatan dapat dirancang sedemikian rupa, sehingga siap untuk menerima perubahan untuk mengakomodasi perubahan produk, bauran produk, dan proses dimasa mendatang.

Walaupun terdapat peramalan yang baik dan fasilitas yang dibangun sesuai dengan peramalan tersebut, dapat terjadi ketidakcocokan antara permintaan actual dan kapasitas yang tersedia. Ketidakcocokan ini dapat berarti permintaan melebihi kapasitas, atau kapasitas melebihi permintaan.
a.       Permintaan melebihi kapasitas
Jika permintaan melebihi kapasitas, perusahaan dapat membatasi permintaan dengan menaikkan harga, membuat penjadwalan dengan lead time yang panjang, dan mengurangi bisnis dengan keuntungan marginal. Walaupun demikian, karena fasilitas yang tidak mencukupi ini mengurangi keuntungan di bawah yang mungkin dapat dicapai, solusi jangka panjang biasanya dilakukan dengan meningkatkan kapasitas.

b.      Kapasitas melebihi permintaan
Jika kapasitas melebihi permintaan, perusahaan mungkin perlu merangsang permintaan melalui pengurangan harga atau pemasaran yang agresif, atau mungkin menyesuaikan diri terhadap pasar melalui perubahan produk. Saat permintaan pelanggan yang menurun digabungkan dengan proses yang kuno dan tidak fleksibel, pemutusan hubungan kerja dan penutupan pabrik mungkin harus dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintaan.

c.       Penyesuaian pada permintaan musiman
Pola permintaan musiman tau siklus  permintaan merupkan tantangan lain pada kapasitas.Pada kasus seperti iu, manajemen dapat menawarkan produk dengan pola permintaan yang saling melengkapi-yaitu produk yang salah satu jenisnya memiliki permintaan tinggi,dan jenis lainnya memiliki permintaan rendah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Analis Industri dan Pesaing

Langkah-langkah menganalisis pesaing ( Kotler ): – Mengidentifikasi pesaing – Menentukan sasaran pesaing – Mengidentifik...