BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manajemen sumber daya teknologi diharapkan
dapat meningkatkan daya saing produk, bisnis atau perusahaan. Dengan demikian,
maka pertimbangan teknologi harus menjadi bagian dari perencanaan strategi
perusahaan atau strategi bisnis.dvalen1243 Di sini yang dipersoalkan adalah peran
strategis dari teknologi. Dalam melihat peran strategis dari teknologi,
teknologi yang ada di perusahaan dapat menjadi basis kekuatan atau sumber
kelemahan bagi perusahaan.
Di pihak lain teknologi (khususnya yang
berada di luar perusahaan) dapat menjadi bagian dari lingkungan usaha,
disamping unsur lingkungan lainnya, seperti lingkungan ekonomi, sosial, budaya,
politik. Sebagai bagian dari lingkungan usaha, perubahan teknologi dapat
menjadi sumber peluang atau ancaman bagi perusahaan.
Dengan menggunakan teknologi yang tersedia,
seseorang bisa semakin mudah mengakses informasi di sekitarnya. Informasi
tersebut dapat digunakan untuk kemudahan hidup seseorang.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, maka dapat dituliskan rumusan masalah, sebagai berikut:
1.
Bagaimana Perencanaan Teknologi pada suatu perusahaan?
2.
Apakah yang dimaksud perencanaan teknologi ?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
maka tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.
Menjelaskan perencanaan teknologi.
2.
Mejelaskan Perencanaan teknologi pada suatu Perusahaan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Dari
Visi Perusahaan ke Visi Teknologi
Visi Perusahaan aadalah gambaran tentang masa depan
perusahaan yang lebih baik, lebih berhasil, lebih mendekati harapan, atraktif
namun tetapdvalen1243 realistik. Visi menunjukkan arah pergerakkan perusahaan masa yang
akan datang. Visi merupakan jembatan masa kini dan masa depan. Visi teknologi
dengan demikian merupakan gambaran keadaan teknologi yang dikuasai perusahaan
yang menunjang tercapainya visi perusahaan.
2.2 Teknologi
Manufaktur
Sistem manufaktur terdiri atas komponen
hardware dan komponen software.Menurut Amrine, perkembangan teknologi
manufaktur digambarkan sebagaimana terlihat pada gambar 01.
Dari gambar 01 terlihat bahwa perkembangan
teknologi manufaktur sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi
komputerbaik dari sisi hardware maupun software. Dengan demikian sistem
manufaktur dimasa yang akan datang akan bersifat kapital dan teknologi intensif
bukan lagi labor intensif seperti awal perkembangan nya. Disamping itu sistem
manufaktur masa mendatang akan bersifat terpadu (integrated) sehingga faktor
koordinasi antar berbagai unit yang terlihat akan menjadi semakin diperlukan.
Perkembangan semacam ini didorong
sekurang-kurangnya atas 3 faktor, yaitu :
1.
Produk
yang diinginkan konsumen semakin beragam dan dalam jumlah yang kecil.
2.
Life
cycle produk semakin pendek.
3.
Tuntunan
mutu yang prima dan ongkos yang murah serta pelayanan yang baik dari konsumen.
Disamping itu, akhir-akhir ini tuntutan
terhadap faktor lingkungan juga semakin tinggi sehingga teknologi manufaktur
juga harus mengakomodsi perkembangan dan tuntunan tersebut. Produk bersih dan
eco-labelling merupakan contoh persyaratan lingkungan yang harus
dipertimbangkan dalam teknologi manufaktur.
Perkembangan teknologi manufaktur tersebut
menuntutdvalen1243 juga kemampuan sumber daya manusianya. Perkembangan dan perubahan
tuntutan sumberdaya manusia tersebut meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut :
·
Operating
·
Setting-up
·
Repairing
·
Reproducing
·
Adopting
·
Improving
·
Innovating
Perkembangan tersebut seiring dengan
perkembangan teknologi hardwarenya (technoware) yang diidentifikasi sbb :
·
Manual
·
Powered
·
General
purpose
·
Special
purpose
·
Automatic
·
Computerized
·
Integrated
2.3 Perencanaan
Proses
Tipe Penempatan
Produk
|
Perancanaan
Proses
|
Tipe tata Letak
Pabrik
|
Flow shop
|
Job Shop
|
Memproduksiuntuk dipesan (make to order)
|
Lintasan(line) pada produk
|
Fixed site
|
Memproduksi untuk dipesan (make to order)
|
Memproduksi untuk disimpan (make to stock)
|
Posisi Fokus Terhadap Proyek
|
Fungsional Produk Pada Proses
|
A.
FLOW
SHOP
Flowshop
sering disebut dengan tata letak produk karena produk selalu bergerak dengan
urutan yang sama dalam proses produksi.
Ada
4 jenis flow shop, yaitu :
1.
Continuous
flow, industri mengolah bahan cair, serbuk atau bahan
kimia.
Contoh
: proses pengelolaan BBM, CPO.
2. Dedicated repetitive, memproduksi
suatu tipe produk tetapi memiliki variasi produk (misalnya warna) yang beragam.dvalen1243
3. Mixed – model repetitive
Digunakan
untuk memproduksi dua atau lebih model (produk). Waktu perubahan tiap model
minimum dan dilakukan pada lintasan produksi yang sama.
Karakteristik
:
·
Peralatan yang digunakan memiliki fungsi
umum dan digunakan untuk memproduksi beberapa model.
·
Tenaga kerja mempunyai keahlian
multifungsi sehingga dapat bekerja pada beberapa lintasan produksi.
·
Waktu setup sangat pendek.
·
Kecepatan Lintasan Produksi disesuaikan
dengan permintaan pasar.
4. Intermittent/Batch Flow, secara
fungsional sama seperti continuous atau repetitive kecuali dua atau lebih
produk di produksi menggunakan fasilitas produksi yang sama.
Karakteristik
Batch flow,peralatan yang digunakan memiliki fungsi umum, peralatan dan tenaga
kerja harus dijadwal kontinyu, peralatan disesuaikan dengan spesifikasinya
(kecepatan, tekanan dan lain - lain).
Tujuan perencanaan flow shop :
- Mengkombinasikan beberapa aktifitas dengan persyaratan : membutuhkan keahlian, peralatan, atau material sama.
- Memenuhi persyaratan operasi, misalnya memisahkan aktifitas produksi yang berdebu dengan aktifitas yang membutuhkan lingkungan bersih.
- Membatasi jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan setiap stasiun kerja.
- Menciptakan jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan setiap stasiun kerja.
- Minimasi kebutuhan tempat(area) kerja.
B. JOB SHOP
Proses job shop dicirikan oleh
peralatan yang diorganisir menurut fungsinya (misalnya milling, drilling,
turning dan assembling). Karakteristik job shop :
- Peralatan produksi dan penanganan material dapat disesuaikan atau dimodifikasi untuk menangani produk yangdvalen1243 beragam.
- Produk - produk di proses dalam lot atau batch.
- Memerlukan perencanaan dan pengendalian produksi yang rinci.
- Informasi yang rinci diperlukan untuk melakukan pengendalian.
- Beban kerja setiap stasiun kerja berbeda.
- Ketesrsediaan sumber (bahan baku, tenaga kerja dan peralatan yang harus dikoordinasikan melalui order planning).
- WIP cenderung relatif besar dibandingkan flow shop.
- Waktu terbesar produksi adalah waktu menunggu material untuk diproses pada mesin tertentu.
- Tenaga kerja langsung memiliki keahlian lebih jika dibandingkan dengan tenaga kerja flow shop.
Job shop memerlukan tenaga kerja
yang memiliki keterampilan tinggi, menggunakan peralatan dengan fungsi umum
untuk memproduksi suatu produk sesuai dengan pesanan. Job shop dipilih untuk :dvalen1243
- Memproduksi prototipe suatu produk baru.
- Membuat produk dalam jumlah kecil untuk menguji permintaan pasar.
- Memproduksi dalam jumlah kecil.
- Memelihara kualitas yang diinginkan sesuai dengan spesifikasi.
- Memberikan kesempatan tenaga kerja memproduksi berbagai produk. Spesialisasi tenaga kerja dapat meningkatkan efisiensi, tetapi dalam batas - batas tertentu akan tidak efisien karena kejenuhan.
C. FIXED SITE
Mempunyai karakteristik utama berupa
peralatan dan tenaga kerja yang dibawa ke tempat di mana produk akan diproses.
Contoh : dok kapal, konstruksi jalan, pesawat terbang dan sebagainya.
Karakteristik lainnya :
- Tenaga kerja langsung berkeahlian tinggi dan independen.
- Jumlah pemesanan kecil dan memiliki sejumlah rancangan khusus.
- Peralatan, tenaga kerja, material dan sumber lainnya harus tersedia pada waktu yang tepat untuk menghindari kapasitas non produktif.
2.4 Rangkaian Proses Produksi
Perencanaan proses produksi (flow
shop, job shop, dan fixed site) yang murni jarang ditemukan. Pada umumnya
merupakan kombinasidari kedua atau ketiga – tiganya pentingnya
mengidentifikasikan rancangan proses produksi karena setiap proses produksi :
- Urutan pekerja yang berbeda.
- Tata letak pabrik yang spesifik.
- Teknik penjadwalan berbeda.
- Manajemen berbeda.
- Strategi penempatan produk berbeda
2.5 Perencanaan
Kapasitas
Kapasitas (capacity)dvalen1243 adalah hasil produksi (throughtphut),
atau jumlah unit yang dapat ditahan, diterima, disimpan, atau diproduksi oleh
sebuah fasilitas dalam suatu periode waktu tertentu. Kapasitas mempengaruhi
sebagian besar biaya tetap. Kapasitas juga menentukan apakah permintaan dapat dipenuhi, atau apakah fasilitas yang ada akan
berlebih. Jika fasilitas terlalu besar, sebagian fasilitas akan mengenggur dan
akan terdapat biaya tambahan yang dibebankan pada produk yang ada atau
pelanggan. Jika fasilitas terlalu kecil, pelanggan bahkan pasar keseluruhan
akan hilang. Oleh karena itu, penetapan ukuran fasilitas sangat menentukan tujuan pencapaian tingkat utilitas tinggi dan
tingkat pengembalian investasi tinggi.
Kapasitas
adalah kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu
tertentu, dan biasanya dinyatakan dalam bentuk keluaran (output) per
satuan waktu. Pengertian kapasitas ini harus dilihat dari tiga perspektif agar
lebih jelas, yaitu:
·
Kapasitas
Desain: Menunjukkan output maksimum pada kondisi ideal dimana tidak ada produk yang rusak atau cacat, hanya untuk perawatan yang rutin.
·
Kapasitas
Efektif: Menunjukkan output maksimum pada tingkat operasi tertentu. Pada
umumnya kapasitas efektif lebih rendah dari pada kapasitas desain. Kapasitas
efektif sering kali lebih rendah daripada kapasitas desain karena fasilitas
yang ada mungkin telah didesain untuk versi produk sebelumnya atau bauran
produk yang berbeda daripada yang sekarang sedang diproduksi.
·
Kapasitas
Aktual: Menunjukkan output nyata yang dapat dihasilkan oleh fasilitas
produksi. Kapasitas aktual sedapat
mungkin harus diusahakan sama dengan kapasitas efektif.
Perencanaan kapasitas dapat dilihat dari tiga horizon waktu :
1. Kapasitas jangka panjang (lebih dari
1 tahun) merupakan sebuah fungsi penambahan fasilitas dan peralatan yang
memilki lead time panjang.
Contoh nya
dapat dilakukan pada :
a.
Meningkatkan jumlah sumber daya, seperti:
·
penggunaan kerja lembur
·
penambahan regu kerja
·
memberikan
kesempatan kerja secara part time
·
sub kontrak
·
kontrak kerja
b.
Memperbaiki
penggunaan sumber daya, melalui:
·
mengatur regu kerja
·
menetapkan skedul
c.
Memodifikasi
produk, yaitu:
·
menentukan standar produk
·
melakukan
perubahan jasa operasi
·
melakukan pengawasan kualitas
d.
Memperbaiki permintaan, yaitu:
·
melakukandvalen1243 perubahan harga
·
melakukan perubahan promosi
e.
Tidak memenuhi permintaan, yaitu:
·
tidak mensuplai semua permintaan
2. Kapasitas jangka menengah (3 hingga
18 bulan) Hal ini merupakan tugas perencanaan keseluruhan. Dapat berupa
ditambahkan peralatan, karyawan dan jumlah shift, dapat pula dilakukan
subkontrak, dan dapat juga menggunakan persediaan.
3. Kapasitas
jangka pendek (biasanya hingga 3 bulan) perhatian utama terletak pada
penjadwalan tugas, penjadwalan karyawan dan pengalokasian mesin. Sangat
sulit untuk mengubah kapasitas jangka pendek, sehingga biasanya digunakan
kapasitas yang sudah ada.
Proses menentukan tingkat kapasitas
yang diperlukan untuk menentukan jadwal produksi. Elemen – elemen perencanaan
kapasitas :
1.
Tenaga kerja
- Jam Mesin
- Fasilitas
- Luas Gudang
Kekurangan kapasitas :
1.
Kekurangan pencapaian target produksi
- Pengiriman produk ke konsumen terlambat
Kehilangan kepercayaan sistem
manajemen. Kapasitas berlebih :
1.
Utilisasi sumber rendah
- Operasi pabrik tidak efisien
- Biaya tinggi
- Margin keuntungan berkurang.
2.6 Strategi
Perencanaan Kapasitas
Keputusan kapasitas membawa
dvalen1243implikasi jangka panjang, sekali keputusan dibuat maka dampaknya bagi
perusahaan akan terasa pada waktu yang cukup lama. Kapasitas rancangan yang
berlebih menyebabkan inefisiensi dan harga pokok produksi yang mahal. Sedangkan
kekurangan kapasitas akan berdampak pada kredibilitas perusahaan.
Ada empat
pertimbangan khusus bagi terciptanya keputusan yang baik mengenai kapasitas,
diantaranya :
1.
Ramalkan
permintaan secara akurat ; sebuah peramalan yang akurat merupakan hal yang paling
pokok bagi keputusan kapasitas. Apapun produk barunya, prospeknya, dan siklus
hidup produk yang ada sekarang haruslah ditentukan. Manajemen harus
mengetahui produk yang sedang dihentikan produksinya, begitu juga volume yang
diperkirakan.
2.
Memahami
teknologi dan peningkatan kapasitas ; jumlah alternative yang tersedia mungkin
cukup banyak, tetapi setelah volume ditentukan, keputusan teknologinya dapat
dipadu dengan analisis biaya, kebutuhan sumber daya manusia, kualitas dan
kehandalan.
3.
Temukan
tingkat operasi (volume) yang optimal; teknologi dan peningkatan kapasitas
kerap menentukan ukuran optimal sebuah fasilitas.
4.
Dibuat untuk
perubahan; dalam dunia yang cepat berubah, perubahan tidak dapat diabaikan.
Oleh karena itu, manajer operasi harus menciptakan fleksibi litas dan
fasilitas. Bangunan dan peralatan dapat dirancang sedemikian rupa, sehingga
siap untuk menerima perubahan untuk mengakomodasi perubahan produk, bauran
produk, dan proses dimasa mendatang.
Walaupun terdapat peramalan yang
baik dan fasilitas yang dibangun sesuai dengan peramalan tersebut, dapat
terjadi ketidakcocokan antara permintaan actual dan kapasitas yang tersedia.
Ketidakcocokan ini dapat berarti permintaan melebihi kapasitas, atau kapasitas
melebihi permintaan.
a.
Permintaan
melebihi kapasitas
Jika permintaan melebihi kapasitas, perusahaan dapat
membatasi permintaan dengan menaikkan harga, membuat penjadwalan dengan lead
time yang panjang, dan mengurangi bisnis dengan keuntungan marginal. Walaupun
demikian, karena fasilitas yang tidak mencukupi ini mengurangi keuntungan di
bawah yang mungkin dapat dicapai, solusi jangka panjang biasanya dilakukan
dengan meningkatkan kapasitas.
b. Kapasitas
melebihi permintaan
Jika kapasitas melebihi permintaan, perusahaan mungkin
perlu merangsang permintaan melalui pengurangan harga atau pemasaran yang
agresif, atau mungkin menyesuaikan diri terhadap pasar melalui perubahan
produk. Saat permintaan pelanggan yang menurun digabungkan dengan proses yang
kuno dan tidak fleksibel, pemutusan hubungan kerja dan penutupan pabrik mungkin
harus dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintaan.
c.
Penyesuaian
pada permintaan musiman
Pola permintaan musiman tau siklus permintaan
merupkan tantangan lain pada kapasitas.Pada kasus seperti iu, manajemen dapat
menawarkan produk dengan pola permintaan yang saling melengkapi-yaitu produk
yang salah satu jenisnya memiliki permintaan tinggi,dan jenis lainnya memiliki
permintaan rendah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar